Jajaki Kerjasama di Bidang Obat dan Makanan, Kepala BPOM RI Berkunjung ke Tiongkok

08-08-2018 Kerjasama dan Humas Dilihat 2637 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Tiongkok – Minggu (5/8) Kepala BPOM RI Penny K. Lukito beserta jajaran bertolak menuju Republik Rakyat Tiongkok untuk melakukan kunjungan kerja selama 4 (empat) hari. Kunjungan kerja ini difokuskan untuk membuka komunikasi dan kerjasama terkait obat dan makanan dengan otoritas Tiongkok, serta menjajaki kemungkinan kerjasama dan investasi dari negeri Tiongkok.

 

Seperti diketahui, sampai saat ini Tiongkok merupakan negara yang cukup maju di bidang obat dan makanan. “Untuk bahan baku obat, Tiongkok merupakan pemasok bahan aktif farmasi terbesar bagi Indonesia,” ungkap Kepala BPOM RI. “Selain itu, perkembangan Tradisional Chinese Medicine (TCM) juga sangat pesat. TCM sudah masuk dalam sistem kesehatan nasional di Tiongkok. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari Tiongkok,” lanjutnya.

 

Kunjungan Kepala BPOM RI dimulai ke lima tempat di Beijing, yang meliputi kantor pemerintah dan industri besar farmasi yaitu Certification and Accreditation Administration of The People’s Republic of China (CNCA), General Administration of Custom of The People’s Republic of China (GACC), State Administration of Traditional Chines Medicine (SATCM), Sinopharm dan Beijing Minhai Biotechnology.

 

Setelah itu, delegasi BPOM RI bertolak ke Guang Zhou untuk berkomunikasi dan menjajaki kerjasama dengan Guang Zhou TCM Hospital serta GuangZhou HanFang Pharmaceutical Co.Ltd. Kemudian pada kunjungannya ke Hongkong, Kepala BPOM RI beserta jajaran mengunjungi Hongkong Food and Health Bureau untuk berkomunikasi lebih jauh mengenai pengawasan obat dan makanan khususnya di Hongkong.

 

Pada setiap kota yang dikunjungi, delegasi melakukan pertemuan dengan perwakilan Kementerian Luar Negeri yang ada di kota tersebut untuk berdiskusi dan mengetahui permasalahan di masing-masing wilayah dan secara khusus menjalin kerjasama dalam hal Obat dan Makanan.

 

“Perhatian utama kami dalam kunjungan kerja ke Tiongkok ini adalah untuk mendalami dan berdiskusi tentang alih peran lembaga pemerintah di Tiongkok, khususnya dengan perubahan struktur organisasi yang terkait perizinan dan pengawasan Obat dan Makanan. Perubahan tersebut berdampak pada penyediaan beberapa persyaratan yang dibutuhkan pelaku usaha Indonesia yang melakukan ekspor ke Tiongkok dan juga importir yang membutuhkan health certificate dari otoritas tiongkok sebagai prasyarat impor produk ke Indonesia. Kami berdiskusi mengenai fungsi dan kewenangan,” ujar Kepala BPOM RI. “Dengan banyaknya produk yang diimpor dari Tiongkok ke Indonesia, hal-hal terkait pertukaran informasi dan data menjadi sangat penting untuk dilakukan.” lanjutnya.

 

Secara khusus, Kepala BPOM RI juga menjajaki kemungkinan kerjasama di bidang vaksin yang halal bagi Indonesia. Dalam kunjungannya ke Sinopharm dan Beijing Minhai Biotechnology, Kepala BPOM RI menjajaki kemungkinan kerjasama, investasi, dan alih teknologi di bidang Obat terutama vaksin.  Secara khusus Kepala BPOM RI juga menyampaikan perhatiannya pada penyediaan vaksin halal bagi Indonesia dan berharap dapat menjalin kerjasama lebih lanjut dalam pengembangannya.

 

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat meningkatkan hubungan bilateral, investasi, dan kelancaran pertukaran data serta informasi antara Indonesia dan Tiongkok.

 

Biro Humas dan Dukungan Strategis Pimpinan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana