Jambore Keamanan Pangan, Ayo Sadar Pangan Aman

21-02-2018 Kerjasama dan Humas Dilihat 3463 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta – Rabu (21/02) BPOM menyelenggarakan acara bertajuk Jambore Keamanan Pangan yang diikuti oleh 20 perwakilan sekolah se-DKI Jakarta, terdiri dari 10 SMA dan 10 SMP, ini merupakan rangkaian acara dari perayaan HUT BPOM yang ke-17.

 

“Keamanan pangan merupakan hal yang sangat penting, karena masih menjadi masalah yang berlanjut dari dahulu hingga sekarang, walaupun saat ini trennya sudah menurun. Masalah tersebut antara lain terkait dengan cemaran biologis yang disebabkan bakteri-mikroba, penggunaan bahan tambahan pangan berlebihan, penyalahgunaan formalin, boraks, dan rhodamin B, serta masalah pencemaran lingkungan” ungkap Suratmono, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan saat memberikan sambutan dan sekaligus membuka acara secara resmi.

 

“Karena itu, BPOM membuat program secara nasional bernama gerakan masyarakat sadar pangan aman. Gerakan ini dilakukan di seluruh Indonesia dengan melibatkan Dinas Pendidikan setempat, para guru dan wali murid juga.” tambah Suratmono yg dalam acara ini didampingi oleh Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa dan Direktur Standardisasi Pangan Olahan, Mauizzati Purba.

 

Acara Jambore juga dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta, Sularno. Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta menyambut baik acara ini. “Dalam rangka mensosialisasikan keamanan pangan kepada sekolah tingkat dasar dan menengah serta meningkatkan pengetahuan kesadaran keamanan pangan, acara ini sangat baik. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan diperluas hingga ke semua tingkat pendidikan di Provinsi DKI Jakarta mulai dari TK, SD, SMP, SMA juga SMK.” ujar Sularno.

 

Jambore dimulai dengan pemberian materi tentang Keamanan Pangan oleh Petugas dari Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha, Nyoman Merta Negara. Ia menjelaskan tentang urgensi dari keamanan pangan dan hal-hal yang berkaitan dengan masalah keamanan pangan.

 

Peserta Jambore kemudian disuguhi demonstrasi penggunaan Rapid Kit Test yang dibimbing oleh Evi dari Balai Besar POM DKI Jakarta. Peserta mempraktekkan cara pengujian pangan yang mengandung formalin, boraks dan rhodamin B menggunakan kit test yang disediakan. Peserta tampak sangat antusias saat mencoba melakukannya.

 

Tidak hanya melakukan kegiatan di ruangan, para peserta Jambore juga diajak untuk melakukan “touring” mengelilingi BPOM. Peserta diajak berkeliling ke beberapa tempat yaitu PPOMN (Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional), ruang Call Center BPOM 1500-533, Food Safety Corner, dan terakhir ke bagian Registrasi Pangan.

 

Jambore dimeriahkan dengan berbagai kuis dan perlombaan. Di akhir acara para peserta membuat yel-yel dan menampilkannya secara per kelompok. Dari kegiatan ini diharapkan peserta dapat lebih mengerti, paham dan sadar tentang keamanan pangan, dapat menjaga dirinya sendiri dari pangan yang berisiko dan memilih pangan yang aman bagi dirinya, serta dapat menyebarkan informasi dan semangat ini kepada yang lain. (HM-Hendriq)

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana