Memeriahkan HUT Badan POM RI, Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan (SPKP) telah melaksanakan kegiatan Jambore Keamanan Pangan Remaja Sekolah Tingkat Menengah pada tanggal 2-3 Februari 2016 yang bertempat di Aula Gedung C Badan POM. Tidak hanya memeriahkan HUT Badan POM RI, kegiatan tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan keamanan pangan kepada komunitas sekolah tingkat menengah serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran keamanan pangan komunitas sekolah tingkat menengah.
Jambore Keamanan Pangan Remaja menyasar komunitas sekolah tingkat menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebanyak 105 peserta (84 siswa dan 21 guru) dari 21 SMP, serta 76 peserta (62 siswa dan 14 guru) dari 20 SMA di wilayah DKI Jakarta turut serta dalam kegiatan Jambore. Selain itu perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta turut hadir pada acara tersebut.
Acara dimulai dengan sambutan Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan, Drs. Halim Nababan, MM. Setelah itu acara dilanjutkan dengan demo rapid test kit. Pada sesi itu, setiap kelompok diberi kesempatan untuk menguji sendiri sampel pangan yang mengandung bahan berbahaya (Formalin, Boraks dan Rhodamin B, dengan didampingi oleh tim Direktorat SPKP dan Balai Besar POM di Jakarta. Sambil menguji hasil uji cepat, peserta digiring untuk mengunjungi Mobil Laboratorium Keliling Balai Besar POM di Jakarta dan kembali lagi ke Gedung C untuk melanjutkan acara berikutnya. Acara disambung dengan NoBar, nonton bareng video animasi mikroba patogen, dengan tayangan bakteri Listeria monocytogenes dan virus Hepatitis A. Acara NoBar dimulai dengan penayangan berita televisi tentang peristiwa apel berbakteri Listeria monocytogenes dan KLB Hepatitis A, dilanjutkan dengan penayangan video animasi 3D yang berisi penjelasan karakteristik kedua mikroba patogen tersebut sekaligus tips keamanan pangan cara menghindarinya.
Setelah itu siswa dan guru diberikan kesempatan untuk berbicara mengenai kantin sekolah pada sesi O’KanSAS (Obrolan Seputar Kantin Sekolah, Aman dan Sehat). Tema obrolan diarahkan oleh Pemandu seputar pangan jajanan yang dijual di kantin dan pedagang jajanan sekitar sekolah, kondisi kantin dan harapan siswa terhadap kantin di sekolahnya. Acara dilanjutkan dengan kunjungan ke Food Safety Corner, Call Center dan Laboratorium Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional. Peserta diberikan gambaran langsung cara kerja petugas di Call Center dan Laboratorium Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional dalam melaksanakan tugasnya. Sedangkan di Food Safety Corner peserta dapat memperoleh langsung materi-materi keamanan pangan sesuai dengan tema yang diinginkan, sekaligus bermain-main dengan augmented PomPi dan ayah ibu PomPi. Keseruan acara Jambore dilanjutkan dengan adu yel-yel slogan “Ayo Sadar Pangan Aman” antar kelompok, dimana 1 kelompok terdiri atas 2 sekolah. Masing-masing kelompok unjuk kebolehan di panggung dengan yel-yel “Ayo Sadar Pangan Aman” ciptaan mereka sendiri. Penilaian dilakukan terhadap aspek lirik lagu, gaya dan kekompakan. Dari seluruh penampilan, terpilih 3 kelompok terbaik untuk memperoleh kenang-kenangan dari Badan POM. Keceriaan peserta ditambah dengan kesempatan untuk bergaya unik di photobooth yang dilengkapi dengan properti slogan “Ayo Sadar Pangan Aman”. Acara ditutup dengan pemberian paket edukasi keamanan pangan untuk tiap sekolah oleh Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan.
Semoga semangat tiap peserta Jambore Keamanan Pangan Remaja Sekolah Tingkat Menengah untuk sadar keamanan pangan dapat ditularkan pada komunitas sekolah lainnya sehingga budaya keamanan pangan dapat tercipta. Ayo Sadar Pangan Aman!.
