Rapat Evaluasi Nasional (REN) Badan POM tanggal 7-9 Desember 2016 di Palembang telah usai. Beberapa kebijakan dihasilkan sebagai pedoman kinerja BPOM tahun selanjutnya, sesuai dengan tema REN yaitu “Badan POM Hadir Melindungi Masyarakat dari Obat dan Makanan yang Berisiko terhadap Kesehatan Melalui Peningkatan Kinerja Layanan Publik dan Penegakan Hukum Badan POM.”
Beberapa kebijakan tersebut disampaikan Kepala Badan POM, Penny K. Lukito pada pidato penutupan REN. Kepala Badan POM menyampaikan perlunya dilakukan review terhadap framework pengawasan untuk membuat perubahan perilaku masyarakat, meningkatkan fungsi utama Badan POM membangun komunikasi yang baik dengan komunitas dan organisasi yang ada di masyarakat, penguatan kelembagaan dan kemitraan dengan lintas sektor pemerintah daerah dan criminal justice system dengan penegak hukum, serta membangun komunikasi yang lebih intens antara Badan POM pusat dan daerah. Penny juga menegaskan kembali bahwa dalam masa kepemimpinannya akan lebih sering dilakukan rotasi para pimpinan unit kerja, baik di pusat maupun Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia sebagai langkah meningkatkan kompetensi manajerial dan leadership sebagai pertimbangan peningkatan karier, terutama pejabat eselon I dan II harus menjadi penggerak transformasi Badan POM.
Hal itu sejalan dengan arahan Menteri PAN dan RB, Asman Abnur yang berkesempatan hadir pada REN Badan POM tersebut. "Badan POM harus mempunyai mimpi yang besar untuk menjadi Badan POM yang besar yang dapat melindungi masyarakat melalui pengawasan Obat dan Makanan sehingga tidak kalah dengan negara- negara lain di dunia", jelasnya. Sesuai arahan Presiden, lanjut Asman, saat ini tengah dilakukan langkah besar terkait Badan POM antara lain penyusunan Rancangan Peraturan Presiden, dimana akan dilakukan perubahan tugas dan fungsi serta penataan organisasi sebagai bagian dari penguatan kelembagaan. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan tata kelola di lingkungan Badan POM dengan melakukan penerapan berbagai program reformasi birokrasi secara konsisten. Reformasi birokrasi harus mampu menjadikan Badan POM sebagai lembaga yang bersih dan akuntabel, efektif dan efisien, serta mampu memberikan pelayanan publik yang makin baik. Rangkaian kegiatan REN juga diramaikan dengan pameran dan lomba foto kinerja yang diikuti oleh Balai Besar/ Balai POM di seluruh Indonesia. Selain lomba foto, stand games edukatif juga ramai dikunjungi peserta REN yang ingin menguji kemampuannya dengan menjawab soal umum tentang Badan POM dan soal teknis tentang Obat dan Makanan, selain untuk mendapatkan gimmick menarik.
Di penghujung acara ditutup dengan malam keakraban dengan pemberian apresiasi penghargaan bagi para pejabat yang telah memasuki masa purnabakti, pemberian bantuan tanda kepedulian Badan POM terhadap bencana gempa di Aceh, dan pengumuman pemenang juara lomba foto. Berdasar penilaian oleh seluruh Pimpinan eselon I dan II serta Kepala Balai Besar/ Balai POM seluruh Indonesia, maka juara favourit I jatuh kepada Pos POM Ende - Balai PIM di Kupang. Juara Favourit II adalah Balai Besar POM di samarinda dan juara Favourit III adalah Balai Besar POM di Jayapura. HM-Christin
Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
