Setelah sukses dilaksanakan di Provinsi Banten dan Jawa Tengah, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) kembali menyelenggarakan Bimbingan Teknis Monitoring Efek Samping dalam Rangka Intensifikasi Farmakovigilans Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, di Bandar Lampung. Provinsi Lampung merupakan salah satu pintu masuk dan keluar barang dari dan menuju pulau Sumatera. Di samping itu, berdasarkan data Riskesdas, pengguna jamu di Provinsi Lampung cukup tinggi yaitu 57,62% dimana sekitar 6,73% di antaranya merupakan konsumen aktif. Kondisi tersebut dapat disebabkan karena cukup tingginya komposisi Suku Jawa di Provinsi Lampung yang terlihat dari data BPS tahun 2011 yang mencatat bahwa sebagian besar penduduk Lampung menggunakan Bahasa Jawa (sebesar 32%). Berdasarkan hal tersebut, Provinsi Lampung dijadikan sasaran pembentukan jejaring pemantauan efek samping obat tradisional dan suplemen kesehatan setelah Banten dan Jawa Tengah.
Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 28 Juni 2018, dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dr. dr. Hj. Reihana, M.Kes. didampingi oleh Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, Dra. Indriaty Tubagus, Apt., M.Kes. dan Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen Balai Besar POM di Bandar Lampung, Drs. Tri Suyarto, Apt. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta perwakilan dari Dinas Kesehatan serta petugas Puskesmas Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.
Para peserta diberi pembekalan mengenai Program Monitoring Efek Samping Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan serta Aspek Keamanan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan yang disampaikan oleh ahli farmakologi klinik, dr. Instiaty PhD, SpFK. Di bagian akhir, peserta dilatih menggunakan aplikasi e-reporting efek samping obat tradisional dan suplemen kesehatan melalui simulasi menggunakan perangkat komputer.
Sebagai tindak lanjut kegiatan ini, telah dibentuk Jejaring Pemantauan Efek Samping Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan yang beranggotakan para petugas Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota, petugas Puskesmas dan Balai Besar POM di Bandar Lampung sehingga kejadian akibat efek samping Obat Tradisional dapat terinformasi dengan baik.
Direktorat Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan
