Kantor Balai POM di Palu membuka Posko Bantuan
Palu - Rabu (17/10), merupakan hari ke-19 pasca bencana gempa dan tsunami melanda kota Palu, Sigi, dan Donggala. BPOM kembali memberangkatkan tim relawan ke Palu. Pada hari ini BPOM mengirimkan 16 orang relawan untuk menggantikan relawan yang telah bertugas sebelumnya sebagai wujud kepedulian BPOM untuk memberikan pelayanan dan perlindungan bagi masyarakat dalam bidang obat dan makanan. Relawan yang diberangkatkan berasal dari Balai POM di Serang dan BPOM pusat dengan membawa bantuan obat-obatan sebanyak 10 koli.
Bantuan BPOM dikirim secara bertahap melalui Bandar Udara Halim Perdanakusuma dan melalui Pelabuhan laut untuk didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat korban gempa dan tsunami Palu dengan tetap memperhatikan standar mutu keamanan dan keselamatan. Khusus untuk bantuan obat-obatan yang harus menggunakan resep, distribusi obat dilakukan dengan berkoordinasi dengan dinas kesehatan provinsi dan asosiasi farmasi ke rumah sakit, puskemas dan posko medis yang membutuhkan.
Relawan BPOM membentuk tim - tim kecil yang masing masing tim bertugas menyalurkan bantuan berupa minuman, makanan, dan obat ke lokasi pengungsian. Selain menyalurkan, tim relawan juga mencari pengungsi yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun dari swasta sampai ke daerah pelosok dan terpencil. Jalan putus, dan masuk aliran sungai yang mengering menjadi makanan sehari-hari para relawan untuk mengantar bantuan kemanusiaan.
Tidak hanya menyalurkan bantuan ke tempat pengungsian, kantor Balai POM di Palu juga membuka posko bagi dinas kesehatan dan lembaga terkait yang membutuhkan obat, makanan, dan alat kesehatan yang diperlukan rumah sakit dan puskesmas di daerah yang terkena dampak bencana gempa dan tsunami,khususnya Kota Palu.
Posko BPOM membuka dapur umum, yang akan menyediakan makanan siap saji siang dan malam untuk pengungsi dan relawan BPOM. Balai POM di Palu sesuai tugas dan fungsinya menjalankan fungsi Pengawasan dengan melakukan pemeriksaan di tempat penyimpanan sementara bantuan obat dan makanan baik bantuan dari dalam dan luar negeri berkoordinasi dengan Puspenas dan BNPB. Program trauma healing dan perbaikan infrastruktur jaringan telekomunikasi dan komputer serta perbaikan gedung yang rusak akibat gempa dan tsunami masuk dalam kegiatan prioritas BPOM agar Balai POM di Palu dapat segera beroperasi kembali secara normal.
