Yogyakarta - Jamu adalah tradisi dan jati diri bangsa Indonesia yang dibuat dari keanekaragaman hayati Indonesia dan mencerminkan kearifan lokal masyarakat setempat. Sejak dahulu, jamu telah digunakan secara luas untuk memelihara kesehatan dan pengobatan tradisional serta terbukti empiris berkhasiat untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan, baik promotif maupun preventif.
“Saat ini dengan adanya pandemi COVID-19 memberikan hikmah pentingnya kesehatan dan daya tahan tubuh, salah satunya dengan mengonsumsi herbal dan jamu. Kebutuhan masyarakat saat ini menjadi peluang untuk meningkatkan supply jamu.” Demikian disampaikan Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito saat membuka acara Stikerisasi dan Penyerahan Sertifikat Keikutsertaan Bimbingan Teknis Bagi Usaha Jamu Gendong di Yogyakarta, Rabu (12/08). Kegiatan ini merupakan lanjutan rangkaian kegiatan Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta Usaha Jamu Gendong untuk Menjamin Keamanan dan Mutu Produk yang sebelumnya diselenggarakan pada 15 dan 16 Juli 2020 lalu.
Hadir pada acara ini Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Perwakilan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Yogyakarta, Perwakilan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi DI Yogyakarta, Perwakilan Pengurus Daerah Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Yogyakarta, dan Anggota Asosiasi, Komunitas, dan Pelaku Usaha Jamu Gendong di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam sambutan Walikota Yogyakarta yang dibacakan Wakil Walikota Yogyakarta, disampaikan apresiasi kepada para pelaku jamu gendong yang mengikuti bimbingan teknis (bimtek) Badan POM. “Saat ini, kita menghadapi banyak tantangan. Salah satunya adalah pelayanan yang harus lebih baik. Pelaku usaha jamu gendong harus mampu memberi jaminan bahwa jamu yang diproduksinya memenuhi syarat, termasuk kebersihan dan higienis,” ungkap Wakil Walikota Yogyakarta. “Para penjual jamu gendong harus memahami betul agar produksi dan pengolahannya sesuai dengan tata aturan yang berlaku,” lanjutnya.
Pemerintah Kota Yogyakarta juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Badan POM, melalui Balai Besar POM di Yogyakarta telah memberikan perhatian, membina dan mendampingi pelaku usaha UMKM jamu dan jamu gendong di Yogyakarta. “Dengan perhatian tersebut, semoga pelaku usaha jamu gendong, terutama di masa pandemi ini dapat meningkatkan produksi dan jamu yang dihasilkan berkualitas bagus,” ujar Wakil Walikota Yogyakarta.
Badan POM akan terus mengawal jamu Indonesia agar mampu memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu sehingga aman dikonsumsi oleh masyarakat. “Di sisi lain, pelaku usaha jamu agar selalu memenuhi peraturan keamanan khasiat, dan mutu produk. Serta memberikan informasi dan promosi yang benar,” pesan Kepala Badan POM.
Lebih lanjut Kepala Badan POM menjelaskan bahwa ada tiga aspek penting dalam pelestarian dan pengembangan jamu diantaranya yang pertama jamu merupakan warisan budaya Indonesia, ke-dua usaha jamu gendong menjadi penggerak perekonomian rakyat, dan ke-tiga usaha jamu gendong mendukung kemandirian perempuan dalam berusaha karena sebagian besar usaha jamu gendong dilakukan oleh kaum perempuan.
Badan POM telah dan akan terus melaksanakan Program Pembinaan UMKM Obat Tradisional untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM obat tradisional dalam menerapkan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) secara bertahap. Pembinaan UMKM jamu dan usaha jamu gendong sangat sejalan dengan upaya pencegahan COVID-19 serta pemulihan ekonomi nasional khususnya melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.
“Kami mengajak lintas sektor di Yogyakarta turut berkontribusi pada pendampingan UMKM obat tradisional di Yogyakarta. Tim pembinaan terpadu perlu dibentuk dengan mengefektifkan peran lintas sektor sesuai tugas dan fungsi untuk mengembangkan modul pembinaan, melakukan pendampingan, serta memfasilitasi bantuan modal dan peralatan bagi UMKM obat tradisional,” jelas Kepala Badan POM.
Pada kesempatan yang sama Badan POM memberikan bantuan paket bakul jamu gendong dan sertifikat telah mengikuti Bimbingan Teknis Jamu Gendong kepada 30 pelaku usaha jamu gendong Yogyakarta. Paket bakul gendong terdiri dari bakul yang telah distikerisasi jamu aman, apron, kain bakul, dan botol kaca. Kepala Badan POM berharap agar dukungan ini dapat bermanfaat dan menambah semangat pelaku usaha untuk senantiasa menerapkan praktik yang baik sebagaimana telah dipelajari selama bimtek.
“Semoga pelaku usaha jamu gendong yang menjadi peserta bimtek dapat menjadi teladan dan inspirasi bagi para pelaku usaha jamu gendong lain dalam menyediakan jamu berkualitas secara konsisten. Selalu memerhatikan aspek sanitasi dan higiene serta tidak menambahkan bahan berbahaya dalam jamu, agar jamu terjamin aman, berkhasiat bagi kesehatan, dan bermutu. Sehingga jamu menjadi warisan budaya kebanggaan Indonesia yang lestari dan berdaya saing.” Tutup Kepala Badan POM. (HM-Riska)
Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan
