“Berbagai upaya sangat diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan bahaya cemaran fisik, cemaran kimia, dan cemaran biologis yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia”, demikian disampaikan oleh Dra. Dewi Prawitasari, Apt.,M.Kes, Kepala Balai Besar POM di Jakarta saat menjelaskan tentang keamanan pangan pada acara penyuluhan dalam format talkshow “Badan POM Sahabat Ibu”, Jumat, (10/04/15).
Pada kegiatan kali ini, Badan POM menyambangi gedung DPR RI guna melakukan penyuluhan kepada Ibu-ibu anggota Dharma Wanita Pusat Sekretaris Jenderal DPR RI dengan tema “Keamanan Pangan Keluarga”. Lebih lanjut Dewi mengajak para peserta untuk selalu memperhatikan produk pangan dan kemasannya sebelum membeli. “Jangan membeli produk yang kemasannya sudah penyok, rusak, atau kembung, karena bakteri bisa masuk ke dalam makanannya”, ungkapnya.
Titi Achmad Juned, Ketua Dharma Wanita Pusat Sekjen DPR RI menyatakan apresiasinya atas kedatangan Badan POM. “Kami senang sekali Badan POM dapat hadir memberikan penjelasan langsung terkait keamanan pangan. Akhir-akhir ini, kami sering membaca dan menonton berita di media tentang makanan yang mengandung bahan berbahaya. Kami berharap penjelasan Badan POM dapat membantu kami memilih dan mengonsumsi pangan yang aman”, ujar Titi. Para peserta lain pun sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh para peserta pada sesi tanya jawab. Pertanyaan mulai dari pangan kedaluwarsa, cara mendeteksi pangan yang mengandung bahan berbahaya, cara membedakan obat asli dan palsu, hingga mengapa masih banyak pangan berbahaya beredar di masyarakat, diajukan oleh para peserta.
Talkshow ditutup dengan demo cara mencari informasi di website Badan POM oleh Pusat Informasi Obat dan Makanan serta demo cara uji cepat kandungan bahan berbahaya dalam pangan menggunakan “Rapid Test Kit” oleh Tim Balai Besar POM di Jakarta. HM-12
Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
