Denpasar – “Pemimpin harus menjadi teladan dalam melakukan upaya konkret dan inovatif pada proses perubahan”. Hal tersebut diucapkan Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito dalam sambutannya pada rangkaian kegiatan “Peningkatan Peran dan Kompetensi Pemimpin Perubahan” yang diselenggarakan secara daring dan luring, Rabu (15/12/2021).
Menurut Kepala Badan POM, kepemimpinan pada pelaksanaan reformasi birokrasi menentukan keberhasilan dalam mewujudkan birokrasi pemerintah yang profesional berkelas dunia melalui penerapan good governance. Pimpinan berperan vital sebagai pemimpin perubahan, role model, dan motivator bagi tim yang dipimpinnya.
“Untuk itu, pemimpin harus mampu memfasilitasi terbangunnya ekosistem yang kondusif bagi pegawai untuk berkontribusi optimal, baik dalam melaksanakan tugas dan fungsi pokok maupun menciptakan inovasi dengan keterbaruan (novelty) yang aplikatif dan bermanfaat,” jelas Penny K. Lukito.
Lebih lanjut, Ia juga menegaskan bahwa Pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah adalah ujung tombak Badan POM dalam membangun bangsa melalui pengawasan obat dan makanan di seluruh pelosok negeri. “Ketekunan, kegigihan, dan keberanian menghadapi berbagai tantangan akan semakin mengasah kapasitas kepemimpinan Bapak/Ibu menjadi pemimpin sejati yang amanah,” lanjutnya.
Kegiatan hari ini dikemas dalam bentuk dialog interaktif antara Kepala Badan POM dengan para peserta yang hadir. Peserta yang turut hadir secara daring dan luring dalam kegiatan ini, antara lain Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, calon Kepala Loka POM yang terpilih dalam manajemen talenta serta koordinator agen perubahan di semua unit kerja.
Hadir pula Kepala Balai Besar/Balai/Loka POM, termasuk peserta Pelatihan Leadership bagi Pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dengan nilai Rencana Aksi (Plan of Action) terbaik untuk masing-masing fungsi. Pelatihan Leadership Tahun 2021 ini sebelumnya telah dilaksanakan pada April hingga Juli 2021 oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Badan POM dan diikuti oleh 50 pimpinan UPT.
Penny K. Lukito berharap dengan rangkaian kegiatan peningkatan kompetensi kepemimpinan di Badan POM bermanfaat nyata pada pembentukan pemimpin-pemimpin masa depan Badan POM yang visioner, adaptif, berintegritas, dan berorientasi pelayanan publik yang berkualitas. "Saya mengharapkan dialog yang interaktif dengan partisipasi aktif Bapak/Ibu untuk menyampaikan kondisi riil, tantangan, dan harapan unit kerja dan UPT serta usulan konkret untuk perbaikan Badan POM ke depan,” tutupnya.
Rangkaian kegiatan hari ini turut diisi oleh narasumber yang kompeten dalam hal pengembangan kepemimpinan, antara lain Jamil Azzaini dengan topik “Motivasi menjadi Transformational Leadership dalam Mengelola Perubahan”; Staf Ahli Bidang Budaya Kerja, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN dan RB) dengan topik Materi Sosialisasi Core Value ASN dan Peran Pimpinan dalam Reformasi Birokrasi; dan Cahyana Putut Wijanarka dengan materi “Peran Pimpinan Perubahan dalam Reformasi Birokrasi”. (HM-Maulvi)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
