Kepala Badan POM: Menghadapi Fase The New Normal, Pegawai Badan POM Harus Mampu Bertransformasi

18-05-2020 Kerjasama dan Humas Dilihat 3324 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta - Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito bertemu dan melakukan “Bincang Santai dan Ngabuburit dengan Tim Reformasi Birokrasi (RB), Agent of Change (AOC) dan PNS muda Badan POM” secara virtual melalui teleconference, Senin (18/05). Acara yang diikuti oleh sekitar 700 orang pegawai Badan POM dari berbagai daerah di seluruh Indonesia ini, merupakan salah satu langkah dalam melakukan perubahan pola pikir (mind set) pegawai dalam mendukung RB serta implementasi Budaya Organisasi di Badan POM.

 

Di awal acara, Kepala Badan POM menyampaikan apresiasi sekaligus rasa bangganya terhadap dedikasi dan kerja keras seluruh pegawai Badan POM yang tetap berkontribusi menjalankan tugasnya melalui Work from Home (WFH) selama hampir 2 bulan lebih. Meskipun tidak ada kepastian kapan pandemi COVID-19 berakhir, namun setiap pegawai di Badan POM diharapkan siap untuk masuk ke dalam tatanan hidup yang baru, fase the new normal. Fase ini merupakan keadaan dimana manusia menjalani kehidupan berdampingan dengan COVID-19 dengan disiplin dan konsisten menerapkan protokol kesehatan.

 

“Pandemi ini telah mendorong kita untuk mengeksplorasi cara-cara baru, termasuk pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam beraktivitas dan bekerja sehari-hari. Kinerja pelayanan publik tetap berjalan dengan baik meskipun tanpa tatap muka,” ujar Kepala Badan POM dengan optimis.

 

Meski saat ini kegiatan pengawasan dan pelayanan publik berjalan secara WFH, namun Badan POM masih menerima apresiasi dan respon positif dari stakeholders dan masyarakat. “Beberapa stakeholders telah menyampaikan rasa terima kasih dan respon positif atas kinerja Badan POM selama WFH. Hal ini tentu karena Badan POM memiliki pegawai yang hebat,” tegas Penny K. Lukito.

 

Ia menambahkan bahwa pegawai Badan POM harus siap menghadapi segala perubahan ke depannya, khususnya pada periode Renstra 2020-2024. Pencapaian yang telah diraih harus menjadi pelecut ke depan untuk melakukan percepatan pelayanan Badan POM dan perlindungan kesehatan masyarakat yang lebih baik. Agen Perubahan Birokrasi, Generasi Milenial dan Post Milenial di Badan POM harus mampu mengotimalkan potensi yang dimiliki untuk mengembangkan organisasi dan memberikan pelayanan publik terbaik di Badan POM, dengan memanfaatkan teknologi dan digitalisasi, baik melalui artificial intelligence, transformasi digital, sistem thinking, maupun pendekatan yang lainnya.

 

“Meningkatkan penguasaan bahasa asing dan berusaha melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di luar negeri merupakan salah satu upaya yang membuat Badan POM mampu bertranformasi satu tingkat lebih baik,” jelas Kepala Badan POM saat menanggapi salah satu pertanyaan dari peserta tentang rencananya untuk sekolah di luar negeri saat sesi tanya jawab.

 

Kepala Badan POM sangat mendukung adanya keinginan besar dari para pegawai di seluruh daerah untuk mengembangkan kapasitas dan kompetensinya termasuk melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri. Menurutnya, Generasi Milenial dan Post Milenial harus mampu menantang dirinya keluar dari zona nyaman dan dan menjadi generasi yang memiliki ciri khas yang inovatif, kreatif, memiliki daya saing tinggi, technological savvy, dan visioner namun tetap bersikap dan berperilaku sesuai etika dan nilai budaya organisasi. (HM-Devi)

 

Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana