Jakarta – BPOM turut menyemarakkan Peringatan ke-96 Hari Sumpah Pemuda (HSP) Tahun 2024 dengan menggelar upacara bendera di lapangan depan Gedung Bhinneka Tunggal Ika, Senin (28/10/2024). Kepala BPOM RI Taruna Ikrar memimpin secara langsung jalannya upacara sebagai Inspektur Upacara dan dibantu jajaran Kedeputian Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif (Kedeputian 1) sebagai petugas upacara.
Masing-masing perwakilan Kedeputian 1 tersebut diberi tugas yang berbeda. Di antaranya ada yang menjadi pemimpin upacara, petugas pengibaran bendera merah putih, pembawa acara, pembaca Teks Pembukaan UUD 1945, pembaca Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928, dan pembaca doa.
Upacara bendera di lingkungan BPOM pusat diikuti secara luring oleh kurang lebih 75% pegawai dan daring oleh 25% pegawai lainnya. Tampak peserta upacara luring mengenakan beragam baju adat/daerah. Tak hanya di BPOM pusat, unit pelaksana teknis (UPT) BPOM di seluruh pelosok Indonesia juga menggelar upacara bendera di kantornya masing-masing.
Hal ini sesuai dengan arahan pemerintah yang mewajibkan lembaga pemerintah dan non pemerintah, organisasi kepemudaan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan lembaga pendidikan untuk menyelenggarakan Peringatan ke-96 HSP dengan upacara bendera sebagai acara pokoknya. Peringatan tersebut dilakukan dengan berpedoman pada buku Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-96 Tahun 2024 yang diterbitkan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
Mengangkat tema Maju Bersama Indonesia Raya, peringatan HSP tahun ini mengajak segenap elemen bangsa Indonesia untuk bersama bekerja, berkarya, dan berkontribusi untuk kejayaan Indonesia di masa depan. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi bangsa yang memainkan peran besar dalam konteks kancah pergaulan internasional.
Dalam amanatnya, Kepala BPOM menekankan pentingnya makna Sumpah Pemuda. “Dengan sumpah pemuda kita meyakini sebuah kebersamaan, sebuah kesatuan, sebuah keinginan bersama untuk merdeka,” ungkapnya.
Taruna Ikrar menyebutkan bahwa sebelum Sumpah Pemuda, Indonesia diobrak-abrik dengan strategi devide et impera, yang bertujuan memecah belah sebuah kelompok menjadi lebih kecil sehingga lebih mudah untuk ditaklukkan. Dengan perpecahan, mudah diadu domba satu suku dengan suku lainnya, satu kerajaan dengan kerajaan lainnya, dan Indonesia telah dijajah lebih dari 300 tahun lamanya.
“Dengan titik awal sumpah pemuda, pemuda-pemuda Indonesia pada saat itu yakin, hanya dengan kebersamaan, hanya dengan kebersatuan, dengan membahasakan satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia kita mampu membuahkan hasil,” tuturnya kemudian. Beberapa tahun kemudian, Indonesia berhasil memproklamirkan kemerdekaannya.
Semangat Sumpah Pemuda ini harus diresapi, dimaknai, dan diimplementasikan oleh segenap jajaran BPOM. Dengan semangat kebersamaan dan kebersatuan, BPOM dapat mencapai tujuan untuk menjadi regulator pengawasan obat dan makanan yang kredibel, berintegritas, dan profesional hingga di tingkat global. Dengan segala potensi yang dimiliki BPOM, Taruna Ikrar yakin dapat membawa BPOM secara global dan dapat setara dengan FDA di negara maju. hal ini sejalan dengan tema HPS 2024 yang berupaya menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang memainkan peran besar dalam konteks kancah pergaulan internasional. (HM-Nelly)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
