Kepala BPOM Dr. Taruna Ikrar Berbagi Wawasan Inovasi Regulasi pada Forum Kerja Sama Asia-AS-Eropa di Bali

03-11-2024 Umum Dilihat 1019 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Denpasar – Kepala BPOM RI, Dr. Taruna Ikrar tampil sebagai salah satu pembicara utama (keynote speaker) dalam The 1st Asia-US-Europe Enterprise Cooperation and Development Forum pada Minggu di Bali (3/11/2024). Forum internasional bergengsi ini dihadiri oleh para pemimpin dunia, pakar industri, dan pembuat kebijakan dari Asia, Amerika Serikat, dan Eropa. Forum ini digelar dengan tujuan memperkuat kerja sama lintas benua dalam bidang ekonomi dan inovasi kesehatan.

Forum ini diselenggarakan oleh China Asia Economic Development Association (CAEDA) dan berfungsi sebagai platform penting untuk dialog lintas batas. Topik-topik yang dibahas dalam forum ini mencakup inovasi di bidang kesehatan, investasi dalam pengembangan terapi lanjutan, dan kemandirian farmasi di tingkat global.

Dalam pidato utamanya yang berjudul “Inovasi Regulasi untuk Mempercepat Akses terhadap Obat dan Produk Biotek yang Aman, Efektif, dan Berkualitas Terjamin”, Kepala BPOM menekankan pentingnya inovasi dalam regulasi farmasi dan bioteknologi. Dr. Taruna Ikrar menjelaskan upaya BPOM dalam mempromosikan pendekatan regulasi yang adaptif dan progresif, yang tidak hanya berfokus pada perlindungan kesehatan publik, tetapi juga mendorong kemajuan ekonomi Indonesia melalui penguatan industri farmasi dan bioteknologi.

“BPOM berkomitmen untuk menghadirkan regulasi yang mengutamakan keamanan, kualitas, dan aksesibilitas, dengan tujuan memperkuat ekosistem kesehatan nasional serta mendorong daya saing Indonesia di pasar global,” ujar Dr. Taruna Ikrar.

Kepala BPOM berbagi panggung dengan berberapa tokoh internasional terkemuka, termasuk mantan Perdana Menteri Korea Selatan Lee Soo-sung dan mantan Wakil Perdana Menteri Thailand Sahas Bunditkul. Dalam diskusi, mereka membahas pentingnya kolaborasi, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan global.

Dr. Taruna Ikrar menegaskan, "Sinergi antar negara sangat penting untuk mewujudkan tujuan bersama dalam mengatasi masalah kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dunia".

Dalam paparannya, Dr. Taruna Ikrar juga menyoroti sejumlah pencapaian strategis yang telah diraih BPOM dalam memperkuat regulasi di sektor obat dan makanan. Beliau menekankan upaya BPOM dalam transformasi digital melalui penerapan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses evaluasi dan sertifikasi produk.

“Melalui digitalisasi, BPOM berupaya mengurangi hambatan birokrasi dan meningkatkan efisiensi, sehingga produk-produk farmasi dan biotek yang aman dan berkualitas dapat lebih cepat diakses oleh masyarakat,” tambahnya.

Upaya ini merupakan bagian dari strategi BPOM dalam mendukung target pemerintah menuju Indonesia Emas 2045 dengan salah satu prioritasnya adalah kemandirian dan inovasi di sektor kesehatan. Partisipasi BPOM dalam forum ini mempertegas komitmen Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam regulasi global dan inovasi di sektor kesehatan.

Lebih lanjut, Dr. Taruna Ikrar mengajak negara-negara peserta untuk terus menguatkan kerja sama di bidang regulasi, khususnya dalam mempercepat akses terhadap obat-obatan esensial dan produk kesehatan berkualitas. Kepala BPOM menyoroti pentingnya kolaborasi internasional dengan lembaga-lembaga regulatori global seperti FDA AS, EMA Uni Eropa, dan WHO. Kolaborasi yang baik  dapat memperkuat sistem regulasi nasional sekaligus mendorong standar keamanan dan mutu yang setara di berbagai negara.

Kehadiran Dr. Taruna Ikrar sebagai pembicara utama dalam forum ini mencerminkan posisi BPOM sebagai lembaga regulasi yang diakui secara internasional. Hal ini juga menguatkan komitmen BPOM untuk terus berperan aktif dalam mengatasi berbagai tantangan kesehatan global melalui partisipasi aktif dalam pertemuan di level internasional seperti ini.

Kepala BPOM mengungkapkan bahwa pada kesempatan ini,  BPOM tidak hanya memperkenalkan inisiatif regulasinya, tetapi juga berperan dalam membangun jejaring global demi keamanan kesehatan yang lebih baik. Pernyataan ini sejalan dengan yang disampaikan Presiden Asosiasi Pembangunan Ekonomi Asia China Quan Shunji yang hadir pada forum tersebut. Quan Shunji menekankan bahwa kolaborasi antara pengusaha dan birokrat dari tiga benua dapat menghasilkan keluaran yang saling menguntungkan.

“Indonesia memiliki potensi besar dalam inovasi di sektor kesehatan, dan kami berkomitmen untuk memperkuat peran tersebut melalui regulasi yang mendukung tumbuh kembangnya industri farmasi dan bioteknologi lokal,” ujar Dr. Ikrar menutup pidatonya. Dengan visi yang kuat dan langkah-langkah strategis yang jelas, BPOM berharap dapat terus berkontribusi terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, baik di Indonesia maupun di dunia. (KS-Yuli)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana