Jakarta – Kepala BPOM Taruna Ikrar melakukan kunjungan ke Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair Kemayoran (JFK) pada Rabu, (9/7/2025). Dalam kesempatan tersebut, Ia mengajak masyarakat yang berbelanja di JFK untuk lebih cermat dan bijak dalam memilih produk, khususnya makanan, obat, dan kosmetik.
BPOM turut ambil bagian dalam ajang pameran terbesar di Asia Tenggara ini. Pameran ini melibatkan hampir seluruh sektor industri mulai dari otomotif, elektronik, fashion, kecantikan, makanan hingga alat rumah tangga. Tidak hanya perusahaan besar, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mendapatkan ruang untuk memperluas jangkauan pasarnya.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyapa langsung masyarakat yang hadir dan memberikan edukasi mengenai pentingnya mengenali ciri-ciri makanan yang tidak layak konsumsi. Ia menekankan pentingnya prinsip "Cek KLIK" sebelum membeli produk.
“Jangan asal beli, Bapak/Ibu harus lihat dengan cermat Cek KLIK—cek kemasannya rusak atau tidak, labelnya, apakah ada klaim-klaim yang di luar nalar pada labelnya, izin edar BPOM-nya, atau jika masih level industri rumah tangga, lihat P-IRT-nya. Dan yang juga penting, tanggal kedaluwarsanya. Jadi kalau di sini ada yang menjual tidak sesuai aturan, jangan dibeli ya,” terang Taruna.
Selain edukasi langsung, Taruna Ikrar juga mengenalkan aplikasi BPOM Mobile sebagai alat bantu masyarakat dalam mengecek keaslian produk. Aplikasi ini telah dilengkapi dengan fitur scan 2D barcode yang akan menampilkan detail produk serta informasi obat dan makanan lainnya.
“Kami juga memiliki aplikasi BPOM Mobile, jadi jika Bapak/Ibu mau beli produk-produk seperti obat, makanan ringan, kosmetik di sini, saya harap silakan mengunduh aplikasi BPOM Mobile. Nanti bisa melakukan scan langsung pada produk yang akan dibeli, dan bisa ketahuan apakah itu sudah terdaftar di BPOM atau jangan-jangan BPOM-nya palsu,” tambahnya.
Didampingi Kepala Balai Besar POM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar, Kepala BPOM juga berdialog langsung dengan para pelaku UMKM yang turut serta di JFK. Salah satunya Ibu Dewi, pemilik usaha produk perawatan kulit, yang berharap ada pendampingan dari BPOM untuk memperoleh izin edar.
“Saya memiliki produk perawatan kulit antara lain sabun, lotion, krim. Harapan saya dapat pendampingan BPOM untuk mendapat izin edar agar pasar lebih terbuka lebih luas untuk produk-produk kami,” ungkap Dewi kepada Taruna.
Sementara itu, Hans, pemilik usaha sambal “Mamoka” dari Anjungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DI Yogyakarta, menyampaikan kendalanya dalam proses pengajuan izin edar BPOM karena keterbatasan biaya uji laboratorium. “Saya ingin mengajukan izin edar BPOM, namun terkendala biaya uji laboratorium karena belum ada biaya,” ujar Hans.
Menanggapi hal itu, Kepala BPOM mengatakan siap memfasilitasi kendala para pelaku usaha UMKM tersebut. ”Bapak Ibu silahkan berkomunikasi dengan Balai POM sesuai lokasi seperti Ibu Dewi bisa dengan Balai Besar POM di Jakarta dan Pak Hans Bisa menghubungi Balai Besar POM di Yogyakarta. Kami siap memfasilitasi terkait pendampingan dan uji laboratorium untuk produk Bapak, jangan ragu silahkan hubungi kami,” pintanya
Menutup kunjungannya, Kepala BPOM kembali mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur dengan promosi semata dan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam memilih produk. “Jangan hanya tergiur promo, tetap lakukan Cek KLIK: Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar BPOM, dan tanggal kedaluwarsanya,” pungkas Taruna Ikrar. (HM-Benny)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
