Jakarta - Kepala BPOM Taruna Ikrar melaksanakan visitasi ke fasilitas produksi Indofood Group yang berlokasi di Kali Baru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (27/2/2025). Dalam kunjungannya, Kepala BPOM disambut langsung oleh Direktur PT Indofood Sukses Makmur Franciscus Welirang, Wakil Kepala Divisi Corporate Communication Stefanus Indrayana, Wakil Kepala Divisi Bogasari Erwin Sudharma, dan jajaran manajemen serta karyawan Indofood Group. Kunjungan ini merupakan bagian dari monitoring BPOM terhadap industri pangan yang ada di Indonesia.
“BPOM mengapresiasi Indofood Group yang memiliki konsumen di lebih dari 100 negara di seluruh dunia. Bahkan, Indofood Group telah mendirikan pabrik di luar negeri, seperti di Nigeria dan Maroko. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri untuk bangsa Indonesia” ujar Taruna Ikrar mengawali sambutannya.
Menurut Taruna, keberadaaan sarana produksi Indofood Group berperan penting sebagai salah satu kontributor pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sektor industri pangan olahan. Indofood Group diketahui mampu memproduksi lebih dari 50 jenis produk pangan olahan. Mulai dari makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI), minyak goreng sawit, pasta, bumbu masak, mie instan, air minum dalam kemasan (AMDK), sampai tepung terigu (sebagai bahan baku).
Terkait dengan tepung terigu yang kebutuhannya sangat tinggi di masyarakat saat ini, pemerintah telah memberlakukan fortifikasi tepung terigu. BPOM sebagai lembaga otoritas pengawas keamanan pangan memiliki peran penting dalam mengawal implementasi fortifikasi tepung terigu. BPOM juga harus memastikan kualitas dan keamanannya sesuai dengan standar yang ditetapkan.
“Sejak 2022, Pemerintah Indonesia telah memberlakukan kewajiban fortifikasi tepung terigu dengan zat besi, asam folat, dan zinc untuk mengatasi defisiensi mikronutrien yang berkontribusi terhadap anemia dan stunting. Fortifikasi tepung terigu dengan zat besi juga lazim diterapkan di banyak negara sebagai bagian dari strategi kesehatan masyarakat,” urai Taruna.
Taruna mengungkapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) merekomendasikan fortifikasi tepung terigu sebagai cara efektif untuk meningkatkan asupan zat besi dalam populasi. Amerika Serikat, Kanada, Australia, Brasil, Filipina, dan beberapa negara di Afrika serta Timur Tengah telah menerapkan kebijakan serupa untuk mengurangi anemia, defisiensi zat besi, dan meningkatkan kesehatan masyarakat.
Kepala BPOM mengungkapkan rasa bangga terhadap PT Indofood Group yang telah menerapkan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) pada 42 pabrik dan Program Manajemen Risiko (PMR) pada 9 pabrik. Kepala BPOM juga melihat penerapan praktik produksi berwawasan lingkungan pada perusahaan ini.
“PMR ini merupakan standar tertinggi pemenuhan sistem manajemen keamanan pangan di Indonesia. Saya berharap PT Indofood Group agar terus memperluas penerapan PMR pada seluruh sarana produksi pangan,” harap Kepala BPOM.
Pada kesempatan tersebut, Kepala, BPOM juga menghargai komitmen serius PT Indofood Group bergerak bersama BPOM dengan menjadi salah satu orang tua angkat usaha mikro kecil (UMK) pangan olahan. Salah satu langkah konkretnya yaitu memberikan dukungan bagi UMK pangan steril komersial dalam melakukan validasi kecukupan pangan.
Pada kunjungan tersebut, Kepala BPOM melihat inovasi yang dilakukan Indofood dalam penerapan produksi berwawasan lingkungan sudah cukup baik. Salah satunya dengan memanfaatkan sea water reverse osmosis (SWRO) untuk mengatasi kelangkaan air bawah tanah. Indofood juga diketahui telah melakukan inisiatif penghematan air melalui pemanfaatan kembali/daur ulang air, misalnya pemanfaatan air daur ulang dari pengolahan air limbah untuk membilas toilet.
“Kami berharap kesuksesan Indofood Group dapat terus memberikan manfaat bagi kemajuan UMKM Indonesia, antara lain melalui sharing pengalaman dan pengetahuan untuk membuka peluang ekspor bagi UMKM. Kolaborasi yang baik ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada UMK untuk berkembang dan maju sehingga terdapat multiplier effect ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat,” urai Taruna Ikrar.
Franciscus Welirang mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang terjalin dengan BPOM. “Kami terus berkomitmen untuk menjaga kualitas dan mutu produk-produk kami, terutama [komitmen] para karyawan kami di manapun berada, senantiasa berorientasi terhadap mutu. Kami juga secara kontinyu berkomitmen menjaga lingkungan dan senantiasa mengembangkan pengetahuan kepada masyarakat,” ucap Franciscus.
BPOM berharap Indofood Group dan industri pangan lain serta UMKM dapat terus berinovasi dan meningkatkan kepatuhan terhadap standar dan regulasi yang berlaku baik di Indonesia maupun negara tujuan ekspor. Kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di negara tujuan ekspor dapat meningkatkan daya saing dan mengurangi risiko penolakan produk.
Secara khusus, Presiden Prabowo telah memberikan amanat kepada Kepala BPOM agar memperhatikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). UMKM memegang peran esensial sebagai tulang punggung ekonomi dan juga berkontribusi sebagai penyuplai utama pangan di Indonesia.
BPOM selalu siap memberikan dukungan dan pendampingan agar industri dalam negeri termasuk UMKM dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Pendampingan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia serta terwujudnya sistem penjaminan keamanan pangan mandiri. Upaya ini tentunya akan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia (HM-Rizky)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
