Kepala BPOM Resmikan Industri PMA Pangan Olahan untuk Tingkatkan Daya Saing Produk Pangan

07-03-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 456 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta - Kepala BPOM Taruna Ikrar meresmikan PT Goday Food Bukit Indah yang merupakan industri penanaman modal asing (PMA) di bidang pangan olahan, Jumat (7/3/2025). Kehadiran pabrik yang berlokasi di Purwakarta ini diharapkan membawa teknologi baru yang nantinya dapat meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing produk pangan olahan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Taruna Ikrar menekankan pentingnya PMA untuk memahami regulasi yang berlaku di Indonesia, khususnya terkait cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) dan cara peredaran pangan olahan yang baik (CPerPOB). Ia mendorong agar dilakukan pengembangan produk-produk pangan olahan yang rendah gula, garam, dan lemak, yang menjadi faktor risiko penyakit tidak menular. Langkah ini dapat menambah opsi pangan olahan yang mencantumkan logo “Pilihan Lebih Sehat” bagi masyarakat.

“Komitmen perusahaan terhadap keamanan, mutu, dan gizi produk yang disetujui BPOM pada saat registrasi produk harus dilaksanakan dengan konsisten. Tidak boleh ada perubahan tanpa melaporkannya kepada BPOM,” tegas Taruna Ikrar. 

PT Goday Food Bukit Indah telah memenuhi persyaratan keamanan pangan serta menerapkan persyaratan sesuai CPPOB. Oleh karena itu, BPOM menerbitkan Izin Penerapan CPPOB untuk 2 jenis produk dan juga 3 nomor izin edar untuk produk bakeri dan makanan ringan. 

Kepala BPOM juga mendorong agar praktik baik yang diterapkan di pabrik ini dapat dijadikan model untuk pengembangan pabrik baru di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah sehingga dapat memenuhi persyaratan perizinan yang sama. Ia menegaskan bahwa BPOM selalu siap memberikan pendampingan guna memastikan industri pangan berkembang secara berkelanjutan. 

“Kolaborasi antara regulator dan pelaku usaha diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri pangan yang sehat, kompetitif, dan berdaya saing, baik di pasar domestik maupun internasional,” ujar Taruna Ikrar lagi.

Sementara itu,  Chief Executive Officer (CEO) PT Goday Food Bukit Indah Su Haijun mengucapkan terima kasih kepada BPOM dan pemerintah Indonesia atas standar ketat dalam keamanan pangan yang pada akhirnya akan membangun kepercayaan konsumen. Ia menjamin bahwa harga terjangkau pada produknya tidak berarti mengorbankan kualitas dan skala besar bukan berarti produk yang dihasilkan biasa-biasa saja.

“Kami berjanji setiap potong kue yang kami produksi mampu melewati pengujian paling ketat dan setiap bungkus produk membawa rasa kagum terhadap kualitas,” ujarnya.

Su Haijun menjelaskan bahwa pabrik ini akan menciptakan lebih dari 1.000 lapangan pekerjaan. Ia turut menegaskan alasannya membuka pabrik baru di Indonesia, mengingat negara ini tidak hanya merupakan jantung populasi di Asia Tenggara, tetapi juga memiliki pasar yang besar dengan permintaan produk pangan berkualitas. Ia meyakini kualitas produknya memiliki keyakinan yang sama dengan para konsumen di Indonesia.

“Kami percaya bahwa Indonesia memiliki potensi yang luar biasa untuk pertumbuhan industri pangan. Kami ingin berbagi visi kami untuk memberikan cemilan lezat dan bergizi kepada setiap keluarga dengan harga yang terjangkau,” ungkap Su Haijun.

Kehadiran industri PMA pangan olahan ini di Indonesia diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui pembukaan lapangan kerja baru, tetapi juga dengan menyediakan produk pangan olahan berkualitas dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat ini diharapkan dapat berdampak positif pada kemandirian sistem jaminan keamanan pangan, serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Semoga langkah ini menjadi langkah awal untuk kemajuan yang lebih besar di industri pangan dan sektor ekonomi Indonesia. (HM-Devi)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

 

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana