Kepala BPOM RI Ajak Puteri Indonesia 2019 Menjadi Duta Kosmetik Aman

03-03-2019 Kerjasama dan Humas Dilihat 2180 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta - Sebanyak 39 finalis Puteri Indonesia 2019 yang berasal dari seluruh provinsi mengikuti Kuliah Umum bertajuk "Peran Puteri Indonesia Sebagai Trendsetter Kosmetik Aman" bersama Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito di Jakarta (03/03). Sebagai finalis Puteri Indonesia, pengetahuan tentang penggunaan kosmetik aman sangat penting untuk menunjang tiga aspek yang merupakan motto Puteri Indonesia yaitu brain, beauty, dan behaviour.

Penny K. Lukito mengajak semua finalis Puteri Indonesia untuk peduli kosmetik aman. Tak hanya itu, tapi juga obat, obat tradisional, suplemen kesehatan, dan makanan aman. "Para Puteri Indonesia nanti setelah proses ini akan menjadi duta bagi produk kosmetik yang baik, legal, aman, bermutu, dan berkhasiat kepada masyarakat," imbaunya.

Perempuan lulusan doktor teknik lingkungan Universitas Wisconsin AS ini juga memotivasi para finalis Puteri Indonesia untuk berkontribusi dalam hal yang lebih besar bagi pembangunan bangsa. "Anda puteri-puteri terpilih, calon harapan bangsa ke depan untuk menjadi pemimpin dalam bidang dan level apa pun sesuai kompetensi dan potensi yang dimiliki yaitu brain, beauty, behaviour," ucapnya bersemangat.

Dalam kesempatan ini, Kepala BPOM juga berbagi pengalaman terkait pengawasan obat dan makanan. Penny K. Lukito mengungkapkan tantangan pengawasan kian kompleks di tengah banyaknya peredaran obat dan makanan, terutama penyelundupan di wilayah perbatasan dan perdagangan e-commerce. Untuk itu BPOM terus melakukan penguatan dengan membangun jejaring pengawasan obat dan makanan bersama lintas sektor, pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintah, serta meningkatkan inovasi pengawasan berbasis teknologi informasi.

Ada tiga aspek utama pengawasan yaitu peningkatan pengawasan, pengembangan industri, dan edukasi masyarakat. Pertama peningkatan pengawasan terus diintensifkan sehingga obat dan makanan yang dikonsumsi masyarakat terjamin keamanan, mutu, dan khasiatnya. Kedua, mendorong pengembangan industri obat dan makanan agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan berdaya saing di pasar global. Ketiga, memberikan edukasi agar masyarakat menjadi konsumen cerdas dalam memilih dan mengonsumsi obat dan makanan.

Untuk meningkatkan daya saing, BPOM terus mendampingi industri obat dan makanan agar menghasilkan produk yang bermutu sesuai persyaratan. Pengembangan ekspor produk, deregulasi, dan harmonisasi standar juga terus diperbarui untuk mendorong penetrasi produk nasional mendunia. "Tugas pemerintah bersama industri besar memfasilitasi dan mendorong pengembangan UMKM, baik dari segi pengalaman dan teknologi," jelasnya.

Saat ini BPOM memiliki 3.800 Sumber Daya Manusia (SDM), dan tahun ini ada perkuatan 1.066 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) . Ini menunjukkan pemerintah memprioritaskan pengawasan Obat dan Makanan. "BPOM membuka diri dengan berbagai latar belakang kompetensi karena lingkup tugas pengawasan sangat luas. Kita butuh perkuatan penegakan hukum, dan sebagainya. Karena tantangan dan ancaman produk berbahaya sangat nyata sehingga perlu perkuatan hukum," tegasnya. (HM-Fathan)

Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana