Denpasar – Senin (14/11/2022), Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito melantik pengawas pangan/Food Inspector, sekaligus mendelegasikan penugasan kepada Tim food security KTT G20 yang akan mengawal keamanan pangan pada perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Pelantikan ini merupakan upaya berkelanjutan BPOM dalam meningkatkan kualitas inspektur pangan/Food Inspector di seluruh Indonesia.
Pada pelantikan hari ini, Kepala BPOM melantik 532 Pengawas Pangan, yang terdiri dari 328 Pengawas Pangan Dasar, 135 Pengawas Pangan Muda, dan 69 Pengawas Pangan Madya yang ada di Pusat dan Unit Pelaksana Teknis BPOM di seluruh Indonesia. “Dengan begitu, terdapat penambahan sebanyak 129 orang pengawas pangan nasional BPOM dibandingkan tahun 2019,” jelas Kepala BPOM.
“Pelantikan pengawas pangan pada hari ini tentu saja menjadi salah satu pendukung dalam melakukan pengawalan keamanan pangan pada serangkaian kegiatan G20,” ujar Kepala BPOM dalam sambutannya.
BPOM dipercaya untuk mengawal keamanan pangan pada rangkaian kegiatan KTT G20, sebagaimana tersebut dalam Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Panitia Nasional Penyelenggara Presidensi G20 Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2022. BPOM telah melakukan pengawalan keamanan pangan sejak awal rangkaian forum G20 di Indonesia, yaitu dari kegiatan pertemuan tingkat Menteri. Terdapat 18 pertemuan tingkat Menteri yang menjadi fokus pengawalan keamanan pangan BPOM, selain pada puncak pelaksanaan KTT G20.
BPOM sudah mempersiapkan sebanyak 60 orang petugas Balai Besar POM di Denpasar dan Loka POM di Kabupaten Buleleng, serta 10 orang petugas pusat di setiap titik lokasi yang akan dilakukan pengawalan keamanan pangan KTT G20. Pengawalan keamanan pangan yang dilakukan meliputi sampling, pengujian, dan kitchen inspection pada 18 (delapan belas) hotel. Food Inspector yang terlibat sejak awal rangkaian G20 (Desember 2021 – November 2022) berjumlah 120 orang.
Sebelumnya, BPOM telah melaksanakan beberapa kegiatan untuk mendukung kesiapan pengawalan keamanan pangan KTT G20, yaitu (1) Refreshment Training; (2) UMK Camp Virtual; (3) Pertemuan Koordinasi Teknis lintas sektor terkait; (4) Stikerisasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan Olahan (SMKPO) Peredaran Pangan; (5) Kitchen Inspection; serta (6) Keikutsertaan pada Apel Gelar di Lapangan Kreneng, Bali untuk koordinasi terkait teknis pelaksanaan KTT G20.
“Kita patut bersyukur sampai hari ini tidak ada kejadian sakit karena masalah keamanan pangan yang dapat mencoreng reputasi Indonesia,” lanjut Kepala BPOM.
Di hadapan para pengawas pangan yang dilantik dan tim food security yang bertugas, Kepala BPOM berpesan agar tim Food Security BPOM menjalankan pengawalan keamanan pangan KTT G20 dengan sebaik-baiknya. “Tugas Saudara adalah menjaga reputasi bangsa dalam hal keamanan pangan dan menunjukkan peran aktif BPOM dalam mendukung penuh pelaksanaan KTT G20,” tegasnya.
Selamat menjalankan tugas sebagai Pengawas Pangan bagi Bapak/Ibu yang dilantik pada hari ini dan tim food Security KTT G20 yang akan bertugas. Semoga Pengawas Pangan BPOM terus bersemangat mengembangkan kapasitas diri guna memberikan manfaat sebesar-besarnya pada perlindungan kesehatan masyarakat dan peningkatan daya saing bangsa. (HM-Rahman)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
