Kepala BPOM RI Taruna Ikrar Pimpin REN 2024 untuk Evaluasi dan Optimalisasi Kinerja BPOM Menuju Standar Dunia

04-12-2024 Kerjasama dan Humas Dilihat 831 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Surabaya Kepala BPOM Taruna IKrar memimpin langsung Rapat Evaluasi Nasional (REN) 2024 dengan tema "Optimalisasi Kinerja Pengawasan Obat dan Makanan untuk Mewujudkan BPOM sebagai Organisasi Kelas Dunia Menuju Indonesia Emas 2045". BPOM menggelar kegiatan ini dalam upaya terus melakukan perbaikan berkelanjutan di seluruh aspek dalam bidang pengawasan obat dan makanan. Kegiatan yang dilaksanakan di Kota Pahlawan, Surabaya selama selama dua hari yaitu pada Selasa dan Rabu (3–4/12/2024) ini digelar secara luring dan daring.

Kegiatan REN 2024 merupakan tahapan penting untuk perbaikan berkelanjutan dalam siklus perencanaan, penganggaran, dan implementasi program kegiatan tahunan. REN BPOM Tahun 2024 akan difokuskan pada evaluasi Rencana Kerja (Renja) Tahun 2024 dan evaluasi akhir pelaksanaan Renstra BPOM 2020–2024.

Pada sambutannya, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menggambarkan tantangan pengawasan Obat dan Makanan di Indonesia yang semakin kompleks di tiap tahunnya. Peningkatan prevalensi penyakit tidak menular, batas perdagangan antar negara yang semakin menipis hingga memudahkan masuknya produk obat dan makanan tanpa izin edar ke Indonesia, serta kejahatan di bidang obat dan makanan dengan modus kompleks merupakan tantangan-tantangan yang akan dihadapi BPOM kedepannya.

“Tantangan ini dapat dihadapi dengan sama-sama bersatu menjalankan visi besar kita yaitu BPOM yang menjulang dalam kancah internasional, membumi dalam kebijakan yang implementatif, dan mengakar kuat dalam sanubari seluruh pegawai dan masyarakat.” Ujar Kepala BPOM menjelaskan tentang filosofi visi 3M (Menjulang, Membumi, dan Mengakar) dalam menghadapi tantangan BPOM.

“Sinergi ketiga pilar pengawasan obat dan makanan, yaitu pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat juga menjadi kunci tercapainya pengawasan yang efektif.” tambahnya kembali.

Sementara dalam laporan kegiatan di awal acara, Sekretaris Utama Jayadi menyebutkan bahwa tahun 2024 merupakan tahun akhir pelaksanaan RPJMN dan Renstra BPOM Tahun 2020–2024. Ia menekankan pentingnya proses evaluasi sebagai bagian dari siklus perencanaan dan penganggaran lembaga.

“Melalui evaluasi, BPOM dapat mengukur sejauh mana keberhasilan program kegiatan dan efektivitas perencanaan yang telah disusun sepanjang tahun 2024.“ Jelasnya. Ia juga menjelaskan bahwa evaluasi ini dapat memberikan gambaran jelas tentang pencapaian serta area yang perlu diperbaiki untuk langkah ke depan.

“REN 2024 ini menjadi momen kunci untuk menilai sejauh mana kita berhasil mencapai tujuan organisasi selama setahun terakhir. Ini adalah kesempatan penting untuk mengevaluasi pencapaian dan memastikan langkah-langkah yang telah diambil sejalan dengan visi dan misi organisasi.” Ujarnya kepada 310 peserta.

Serupa dengan tahun sebelumnya, REN 2024 dihadiri oleh seluruh pejabat eselon I dan II di lingkungan BPOM, Kepala Balai Besar/Balai/Loka POM, serta perwakilan ketua tim di masing-masing unit pelaksana teknis (UPT)di seluruh Indonesia. Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai lintas sektor yaitu Pejabat Gubernur Jawa Timur yang diwakilkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Sp.PD-KPTI., FINASIM; Dekan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) Prof. Junaidi Khotib; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Dr. Iwan S.Hut., M.M.; Ketua Persatuan Perusahaan Kosmetik Indonesia (Perkosmi) Provinsi Jawa Timur Danny Wibisono; dan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman.

Selama 2 hari, REN 2024 akan menyajikan beberapa paparan dan diskusi capaian kinerja, hasil evaluasi program, rencana tindak lanjut dari masing-masing kedeputian BPOM, serta menghadirkan narasumber dari K/L lain. Pada hari kedua akan dipaparkan panel paparan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dan evaluasi dari narasumber eksternal. Adapun narasumber K/L yang dihadirkan yaitu Deputi bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Amich Alhumami, Ph.D (Evaluasi RPJMN 2020–2024 bidang Kesehatan dan Gambaran Umum RPJPN 2025–2045); Perwakilan Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu Iwan Noor Hidayat, S.E., M.M (Evaluasi Kinerja Anggaran BPOM Tahun 2024); dan Ketua Tim Pengendalian Konten Internet Ilegal Non Perjudian Kementerian Komunikasi dan Digital Okky Robiana Sulaeman (Transformasi Digital untuk mendukung Pengawasan Obat dan Makanan). 

Dengan visi dan sinergi pilar pengawasan ini, BPOM tak hanya mampu menghadapi tantangan ke depannya namun juga menggapai mimpi yang sedang dikejar. Saat ini, BPOM berupa untuk memperoleh predikat WHO Listed Authority (WLA) yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat global terhadap produk farmasi Indonesia. BPOM juga sedang dalam proses re-assesment keanggotaan Pharmaceutical Inspection Co-operation Scheme (PIC/S). BPOM terus berupaya meningkatkan kemandirian kefarmasian di Indonesia serta meningkatkan kapasitasnya sebagai otoritas regulator di tingkat Internasional.

“Banyak prestasi yang telah kita torehkan di 2024 ini, tetapi masih banyak hal-hal yang seharusnya perlu kita benahi untuk terus maju kedepan menjadi lembaga yang diakui  kapabilitasnya di tingkat nasional dan juga  tingkat global.” Harap Taruna Ikrar.

Pada kesempatan REN ini juga dimanfaatkan untuk memberikan apresiasi kepada unit kerja BPOM melalui penganugerahan pemeringkatan monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik (Monev KIP) BPOM, penghargaan kompetisi inovasi pelayanan publik (KOIN), serta penganugerahan pemenang lomba penerapan sistem mutu Good Laboratory Practice (GLP) dan lomba inovasi teknologi pengujian obat dan makanan.

Terkait Penganugerahan Pemeringkatan Monev KIP BPOM, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) BPOM sebelumnya telah melakukan pemeringkatan monev terhadap 103 PPID Pelaksana BPOM selama 16 Juli–21 November 2024. Hasil Monev KIP menunjukan bahwa mayoritas atau 78,64% PPID Pelaksana (81 PPID) telah mencapai predikat Informatif, 19 PPID Pelaksana (18,45%) mencapai predikat menuju informatif, dan 3 PPID Pelaksana (2,9%) mencapai predikat cukup informatif. Penganugerahan Pemeringkatan Monev KIP BPOM ini terbagi dalam kategori unit kerja pusat, UPT Balai Besar POM, UPT Balai POM, dan UPT Loka POM.

PPID Pelaksana kategori Unit Kerja Pusat yang masuk dalam 3 tertinggi nilai monev KIPnya yaitu Biro Hukum dan Organisasi; Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik; dan Direktorat Registrasi Pangan Olahan. Untuk kategori UPT Balai Besar POM yaitu BBPOM di Bandar Lampung; BBPOM di Surabaya; dan BBPOM di Bandung. Pada kategori UPT Balai POM, 3 tertinggi diraih oleh BPOM di Bengkulu; BPOM di Manokwari; dan BPOM di Kupang. Terakhir untuk kategori UPT Loka POM, 3 tertinggi nilai monev KIPnya adalah Loka POM di Kabupaten Tanah Bumbu; Loka POM di Kota Bau Bau; dan Loka POM di Kabupaten Tabalong.

Sedangkan Kompetisi Inovasi (KOIN) BPOM merupakan salah satu upaya mengembangkan budaya berinovasi di lingkungan BPOM untuk meningkatkan efektivitas persiapan keikutsertaan BPOM pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) di tingkat nasional. Setelah melewati beberapa tahapan (seleksi administrasi, seleksi substansi proposal inovasi, dan presentasi), diperoleh 8 (delapan)  inovasi terbaik yang selanjutnya disebut sebagai Top Inovasi BPOM Tahun 2024.

Delapan Top Inovasi BPOM Tahun 2024 yaitu Aplikasi SPP-IRT Terintegrasi OSS RBA (Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan); BEDULANG (Bersama Desa Menanggulangi Penyalahgunaan Obat) (Loka POM di Kabupaten Belitung); BPOM LEBIH DEKAT (Loka POM di Kabupaten Tanah Bumbu); Desa Pangan Aman (Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan); PEPETIN UMKM 7in1 (Pendampingan Percepatan Perizinan Terintegrasi UMKM 7in1) (BPOM di Kupang); SI PROTON (Sistem Laporan Progresif, Timeline, dan Database Online) (BBPOM di Denpasar); SILAPOL (Sistem Layanan Pengujian Sampel Kepolisian) (BBPOM di Mataram); dan UMKM Jaw@ra (BBPOM di Jakarta).

Terakhir, Lomba Penerapan Good Laboratory Practice (GLP) dan Inovasi Laboratorium yang berlangsung dari Agustus 2024–November 2024. Terpilih tiga UPT terbaik pada Lomba Penerapan Sistem Mutu GLP, yaitu Balai Besar POM di Semarang,  Balai Besar POM di Medan dan  Balai Besar POM di Serang. Tiga pegawai terbaik pada Lomba Inovasi Teknologi Pengujian Obat dan Makanan yaitu Priya Tri Nanda, S.Si (Balai POM di Pangkalpinang), I Putu Ngurah Apri Susilawan, S.Si., M.Si. (Balai Besar POM di Mataram), dan Ernawati Puji Rahayu, S.Si., M.Si. (Balai Besar POM di Jakarta).

Hasil monitoring dan evaluasi pada REN 2024 ini sangat penting untuk menjadi pijakan penyempurnaan perencanaan hingga pelaksanaan program dan anggaran tahun-tahun berikutnya. Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, REN 2024 diharapkan mampu menghasilkan output yang implementatif untuk perbaikan perencanaan tahun 2025 dan penyusunan Renstra BPOM 2025–2029. (HM-Devi)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana