Kepala BPOM RI: ”Pengawasan Obat dan Makanan di Sumatera Utara Semakin Kuat”

27-12-2018 Kerjasama dan Humas Dilihat 2237 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Medan - BPOM RI gandeng lima Pemerintah Kota/Kabupaten dan 4 Perguruan Tinggi di Sumatera Utara untuk mengoptimalkan pengawasan obat dan makanan di Sumatera Utara. Penandatanganan kerja sama diawali oleh Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Runtung Sitepu dengan Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito, Kamis (27/12). BPOM ingin meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan, pelatihan, kursus, workshop, seminar, penelitian, publikasi ilmiah, serta penguatan pengawasan obat dan makanan. ”Saya yakin dengan sinergi ini, pengawasan obat dan makanan di Sumatera Utara akan semakin kuat,” ungkap optimis Kepala BPOM RI dalam sambutannya.

 

Penny K. Lukito menyampaikan bahwa pengembangan SDM merupakan salah satu prioritas BPOM untuk mewujudkan kinerja organisasi dan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik. “SDM BPOM didorong untuk bersikap terbuka, inovatif, dan kreatif dalam menjawab berbagai permasalahan dan tantangan pengawasan obat dan makanan. Revolusi industri 4.0 menuntut SDM Indonesia termasuk BPOM harus siap menuju perubahan besar seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat,” ujarnya. “Terlebih mengingat industri farmasi, kosmetik, produk herbal, dan pangan yang disebut sebagai wellness industry termasuk sektor industri prioritas dalam Making Indonesia 4.0 dan menjadi andalan revolusi industri di Indonesia, karena memiliki added value tinggi.” lanjut Penny K. Lukito.

 

Diwaktu yang sama, Kepala Balai Besar POM (BBPOM) di Medan, Sacramento Tarigan juga menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, Pemerintah Kota Tanjung Balai, Pemerintah Kota Padang Sidempuan, Pemerintah Kabupaten Karo dan Pemerintah Kota Gunung Sitoli, serta dengan Institut Kesehatan Delihusada, Universitas Sari Mutiara dan Institut Medistra yang berkomitmen untuk bekerja sama dengan BPOM RI dalam pengawasan obat dan makanan.

 

Sumatera Utara termasuk salah satu dari 18 destinasi wisata internasional yang terdaftar sebagai lokasi pariwisata berkelanjutan atau Sustainable Tourism Observatory (STO) yang ditetapkan oleh United Nations World Tourism Organization (UNWTO). Potensi dan kapasitas Sumatera Utara sebagai destinasi wisata berkelanjutan, sangat didukung dengan kekayaan budaya dan produk kuliner khas lokal. BPOM khususnya BBPOM di Medan siap mendukung penuh pengembangan destinasi wisata tersebut melalui obat dan makanan yang aman, berkhasiat/bermanfaat, dan bermutu.

 

Saat ini BPOM sudah hadir di ibukota Provinsi Sumatera Utara serta Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Toba Samosir untuk mengawal keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu obat dan makanan. “Karena itu, kami optimis penandatanganan kesepakatan tentang pengawasan obat dan makanan menjadi momentum penguatan komitmen yang akan kita implementasikan dalam program kegiatan konkrit untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan daya saing bangsa,” tutup Kepala BPOM. (HM-Hasibuan)

 

Biro Humas dan Dukungan Strategis Pimpinan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana