Jakarta – Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menyambut langsung kunjungan Panel Ahli ASEAN Food Reference Laboratory (AFRL) dalam kegiatan Welcoming Session Assessment On Site Visit AFRL For Food Additive 2024 di BPOM pada Selasa (24/9/2024). Laboratorium BPOM yang ditetapkan sebagai AFRL untuk bahan tambahan pangan (BTP) akan melalui serangkaian audit atau on-site visit yang dilakukan oleh panel ahli.
“Penilaian Laboratorium BPOM selaku AFRL untuk BTP ini menandai momen penting dalam perjalanan kolaboratif kita untuk memajukan standar keamanan pangan di seluruh kawasan ASEAN,” ujar Taruna Ikrar dalam sambutannya.
Panel ahli AFRL yang berasal dari perwakilan Singapore Food Agency Lee Kah Meng akan mengevaluasi berbagai aspek dari laboratorium BPOM, termasuk kualitas, kompetensi, dan ketaatan terhadap standar internasional. Penilaian yang dilakukan selama 2 hari (24—25 September 2024) ini bertujuan memastikan bahwa laboratorium BPOM terus memenuhi kriteria dan standar yang telah ditetapkan sehingga dapat mempertahankan statusnya sebagai laboratorium rujukan.
Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN) telah ditetapkan sebagai Laboratorium AFRL untuk BTP pada sidang Prepared Foodstuff Product Working Group (PFPWG) ke-19 di Yangoon, Myanmar (3–4 September 2014). Tugas AFRL meliputi mengembangkan jejaring antarnegara anggota ASEAN, menangani isu-isu keamanan pangan di kawasan, serta menyediakan pelatihan dan transfer pengetahuan ke laboratorium lain di ASEAN.
Selain itu, AFRL juga bertanggung jawab menyediakan layanan pengujian profisiensi, informasi terkait bahan acuan atau standar, serta penyelenggaraan uji profisiensi. Tugas lainnya termasuk menyeleksi metode uji yang resmi atau tervalidasi, mengoordinasikan dan memperkuat jejaring National Food Reference Laboratories (NFRLs), dan berperan sebagai laboratorium acuan untuk menyelesaikan perbedaan hasil uji laboratorium.
Hal ini, menurut Kepala BPOM, telah dilakukan BPOM sejak ditetapkan sebagai Laboratorium AFRL untuk BTP sejak 10 tahun lalu yaitu pada tahun 2014. BPOM terus berkomitmen meningkatkan kemampuan laboratorium, mendukung pengembangan standar pengujian regional, dan memfasilitasi peningkatan kapasitas di seluruh ASEAN.
“Inisiatif kami mencakup dukungan teknis yang berkelanjutan, pengembangan metode analisis yang tervalidasi, serta pelaksanaan pengujian kecakapan dan studi kolaboratif bersama negara-negara anggota ASEAN,” tambah Taruna Ikrar.
Kepala BPOM turut menegaskan kesiapannya untuk membangun ruang dialog dan kolaborasi produktif selama kunjungan penilaian ini. Dengan komitmen kuat untuk terus meningkatkan kualitas, BPOM berjanji akan segera mengambil langkah-langkah perbaikan jika ditemukan area yang perlu diperbaiki. Langkah ini bertujuan memastikan laboratorium BPOM tetap menjadi pilar utama dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan sekaligus berkontribusi aktif dalam memperkuat standar pengujian di kawasan ASEAN. (HM-Devi)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
