Kepala BPOM Serukan Bangun Sinergi dan Harmoni untuk Kinerja yang Lebih Bermakna

21-04-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 1503 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta - Dalam semangat Idulfitri 1446 H, BPOM menggelar acara Halalbihalal yang mengusung tema “Aktualisasi Semangat Idulfitri dalam Membangun Sinergi dan Harmoni Menuju BPOM yang Menjulang, Membumi, dan Mengakar.” Bertempat di Aula Bhinneka Tunggal Ika, acara ini dihadiri langsung Menteri Agama RI Nasaruddin Umar; Kepala BPOM dari masa ke masa seperti Lucky S. Slamet (2011–2013), Roy Sparringa (2013–2016), dan Penny K. Lukito (2016–2023); Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan; Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan BPOM; Ketua serta Paguyuban Pensiunan BPOM; dan para undangan lainnya. Kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh jajaran BPOM secara daring.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Ustadz Fadly dan Saritilawah Andri Hermansyah yang membacakan Surat Ali Imran ayat 103, mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah dan persaudaraan di antara sesama mukmin. Doa dipimpin oleh Dr. Salahuddin Ayyub Fakhruddin, Lc.MA, yang memohon agar BPOM terus diberi kekuatan dalam mengemban amanah dalam melindungi kesehatan masyarakat.

Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam sambutannya menekankan agar esensi Idulfitri tidak hanya berhenti pada perayaan semata. Idulfitri merupakan momen refleksi untuk memperkuat sinergi dan harmoni di lingkungan kerja.

“Semangat Idulfitri harus kita aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun sinergi dan harmoni demi mewujudkan BPOM yang menjulang, membumi, dan mengakar,” tuturnya. Lebih lanjut Taruna Ikrar menuturkan dengan mengaktualisasikan semangat Idulfitri, BPOM akan semakin solid dalam melindungi kesehatan masyarakat melalui pengawasan obat dan makanan.

Lebih lanjut, Taruna Ikrar menjelaskan filosofi 3 kata kunci tersebut: menjulang sebagai simbol cita-cita tinggi dan keberanian dalam menghadapi tantangan global, membumi sebagai cerminan pelayanan yang dekat dan bermanfaat bagi masyarakat, dan mengakar sebagai representasi dari nilai, integritas, dan komitmen yang kokoh. “Filosofi ini berawal dari keinginan untuk berkontribusi secara maksimal untuk bangsa dan negara melalui BPOM,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam tausiyahnya mengupas makna halalbihalal sebagai upaya menyucikan diri dari dosa kepada Allah maupun kesalahan terhadap sesama. “Tujuan halalbihalal adalah membebaskan kita dari rasa berdosa dan membebaskan kita dari beban rasa bersalah,” ungkapnya.

Menteri Agama lebih lanjut menyebutkan bulan Ramadan kemarin adalah momentum pembakaran dosa. “Ramadan itu artinya membakar hangus,” jelasnya. Nasaruddin Umar juga menegaskan kasih sayang adalah inti dari ajaran Islam dan manusia sebagai khalifah di bumi memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan memakmurkan ciptaan Tuhan.

Menteri Agama mengajak jajaran BPOM untuk menjaga diri dari kesalahan dan keburukan. Meluruskan niat untuk melakukan yang terbaik sesuai aturan Allah, membersihkan telinga, mulut, hati, dan pikiran dari hal-hal yang kotor dan tidak baik, serta melangkahkan kaki untuk mendekat kepada Allah SWT.

Di akhir tausiyah, Nasaruddin Umar mengingatkan halalbihalal jangan dibatasi hanya sesama umat Islam, tetapi harus antar sesama manusia. Wajib bagi kita untuk memuliakan setiap manusia apapun agamanya. “Dengan silaturahim ini, kita sempurnakan Ramadan kita dengan saling memaafkan satu sama lain. Dan kita bersahabat dengan alam semesta. Semoga Allah memberkati kita semua,” harapnya.

Acara ditutup dengan sesi saling bermaafan yang penuh kehangatan. Momentum halalbihalal ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahim, memperkuat kebersamaan, serta menghapus sekat-sekat yang mungkin muncul dalam dinamika kerja. Sesuai dengan pesan Kepala BPOM, melalui kebersamaan dan harmoni, setiap tantangan akan lebih mudah dihadapi, dan setiap target dapat diraih dengan lebih efektif dan bermakna. (HM-Nelly)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana