Jakarta – Kepala BPOM Taruna Ikrar melantik dan mengambil sumpah 4 Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan BPOM, Jumat (1/11/2024). Keempat pejabat yang dilantik dan diambil sumpah di Aula Bhinneka Tunggal Ika BPOM tersebut adalah Rita Mahyona sebagai Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif (Deputi 1), Brigjen Pol. Jayadi sebagai Sekretaris Utama, Brigjen Pol. Tubagus Ade Hidayat sebagai Deputi Bidang Penindakan (Deputi 4), dan Rizkal sebagai Direktur Intelijen Obat dan Makanan.
“Sumpah setia kita hanya kepada bangsa dan negara,” pesan Kepala BPOM kepada pejabat yang baru dilantik. “Ini adalah amanat yang berat. Tanggung jawabnya bukan hanya kepada pimpinan, melainkan juga kepada masyarakat Indonesia, dan tentu saja kepada Allah SWT,” tegasnya. Lebih lanjut Kepala BPOM menuturkan bahwa pensiun, promosi, dan rotasi dalam suatu organisasi adalah hal yang lumrah. Pelantikan dan pengambilan sumpah ini bermanifestasi besar bagi organisasi.
Taruna Ikrar juga mengingatkan bahwa pengawasan obat dan makanan adalah tugas mulia dengan tanggung jawab yang besar. Produk obat dan makanan yang diawasi BPOM adalah produk yang sangat dibutuhkan masyarakat. Karena itu, masyarakat menanti kiprah pengawasan BPOM. “Semua yang kita lakukan ini adalah bagian mengikuti kebijakan pemerintah Indonesia,” tuturnya.
BPOM sendiri mendukung penuh 8 misi yang diusung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka atau yang dikenal dengan Asta Cita. Asta Cita yang terkait langsung dengan BPOM adalah Asta Cita 2 mengenai kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru; Asta Cita 3 mengenai lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur; Asta Cita 4 mengenai pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas; serta Asta Cita 5 mengenai hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Satu pesan khusus disampaikan Kepala BPOM kepada Rita Mahyona, yang menggantikan Rita Endang yang telah memasuki masa purnabakti, yaitu mengawal secara berkelanjutan pelaksanaan audit WHO Listed Authority (WLA) dan mempertahankan status BPOM dalam keanggotaan Pharmaceutical Inspection Co-operation Scheme (PIC/S). Tak lupa Kepala BPOM menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas kinerja dan sumbangsih Rita Endang selama menjabat sebagai Deputi 1 BPOM.
Turut hadir dalam pelantikan antara lain perwakilan Kepolisian Republik Indonesia, perwakilan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta Pejabat Tinggi Madya dan Pratama BPOM. Pelantikan juga diikuti oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis di lingkungan BPOM di seluruh Indonesia melalui Zoom Meeting.
Mengakhiri sambutannya, Kepala BPOM menegaskan pejabat yang baru dilantik untuk menjauhi tindakan dan perilaku yang melanggar kode etik, serta mengajak untuk bersama membentuk tim yang kompak dan kuat melalui kerja sama dan kolaborasi. “Semoga amanah ini bisa dijalankan dengan baik.” tutupnya. (HM-Nelly)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
