Bogor – Kepala BPOM Taruna Ikrar bersama Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan (Deputi 3) Elin Herlina menyambangi salah satu site fasilitas produksi Mayora Group, yaitu PT Tirta Fresindo Jaya plant Muara Jaya pada Rabu (11/12/2024). Kunjungan ini merupakan salah satu bagian dari monitoring BPOM terhadap industri pangan di Indonesia yang berperan penting dalam menopang industri pangan olahan Indonesia untuk pasar nasional dan global.
Salah satu fokus utama dalam kunjungan ini adalah pembahasan mengenai sinergi dan dukungan industri pangan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Industri besar, seperti PT Tirta Fresindo Jaya, diharapkan dapat berkolaborasi dengan pemerintah dan berperan sebagai bagian dari elemen bangsa dalam mengawal swasembada pangan untuk ketahanan pangan nasional.
"Kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan industri pangan ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi UMKM untuk berkembang sehingga dapat menciptakan dampak ekonomi yang positif dan dirasakan langsung oleh masyarakat," harap Taruna Ikrar.
Dalam sambutannya, Kepala BPOM juga menyatakan bahwa saat ini tengah terjadi peningkatan minat UMK berusaha di bidang usaha pangan steril komersial. Peningkatan tren tersebut membawa tantangan tersendiri karena pada umumnya pelaku UMKM belum memiliki pengetahuan dan sumber daya yang cukup untuk memenuhi ketentuan pangan steril komersial.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Mayora Group terlibat dalam program Orang Tua Angkat (OTA) BPOM guna memberikan dukungan kepada UMKM, termasuk UMKM pangan steril komersial. Salah satu bentuk dukungannya adalah melalui pembiayaan untuk validasi kecukupan panas pada proses pangan steril komersial.
“Terima kasih atas komitmen Mayora Group dalam program OTA industri pangan olahan, termasuk dukungan bagi UMK pangan steril komersial dalam melakukan validasi kecukupan pangan,“ ujar Kepala BPOM.
Supply Chain Director PT Tirta Fresindo Jaya Henry Atmadja menyatakan bahwa pihaknya akan mendukung berbagai program pemerintah yang kemudian akan turut mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia juga menyatakan upayanya untuk terus berbagi pengalaman mengenai peluang ekspor kepada UMKM guna bersama-sama memperkenalkan produk Indonesia ke pasar global dan mendukung perekonomian nasional.
“Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih kepada BPOM atas seluruh bantuan dan dukungan pada Mayora Group. Kami siap untuk membantu UMKM melalui berbagai program yang kami siapkan,” ungkap Henry Atmadja sembari memperkenalkan masing-masing jajaran dari PT Tirta Fresindo Jaya.
Di sisi lain, Kepala BPOM juga mengapresiasi PT Tirta Fresindo Jaya yang telah menerapkan Program Manajemen Risiko (PMR) Keamanan Pangan. Site Mayora Group lainnya, seperti PT Tirta Fresindo Plant Pasuruan, Ciherang, Cimande, serta PT Delifood Sentosa Corporindo juga telah menerapkan PMR seluruhnya. Ia berharap agar upaya penjaminan keamanan pangan secara mandiri ini dapat terus diterapkan dengan baik dan konsisten.
“Ke depan, kami berharap Mayora Group dapat terus berinovasi dan meningkatkan kepatuhannya terhadap standar dan regulasi lain yang berlaku. Makin banyak produk-produk hasil added value industri dalam negeri yang dapat diekspor,” ujar Taruna Ikrar lagi.
Dengan kerja sama antara BPOM, industri, dan UMKM, diharapkan pertumbuhan ekonomi nasional dapat terus didorong dan sistem penjaminan keamanan pangan yang mandiri dapat terwujud. Semua ini diharapkan memberi dampak positif, tidak hanya bagi industri, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Semoga langkah-langkah ini memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat kemajuan bangsa di masa depan. (HM-Devi)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
