Bogor - Kepala BPOM Taruna Ikrar bersama Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan (Deputi 3) Elin Herlina dan jajaran pimpinan eselon II BPOM melakukan kunjungan ke fasilitas produksi PT Sugizindo, salah satu unit dari Danone Group yang berlokasi di Citeureup, Kabupaten Bogor, Selasa (3/12/2024). Kunjungan bertujuan melihat langsung proses produksi pangan keperluan gizi khusus (PKGK), serta mendiskusikan potensi kolaborasi dengan industri dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan program pemerintah.
Dalam sambutannya, Taruna Ikrar menilai bahwa PT Sugizindo memiliki fasilitas produksi yang cukup lengkap, tidak hanya untuk produksi PKGK, tetapi juga untuk base powder yang digunakan dalam pembuatan susu formula, serta produk retail yang siap dipasarkan. "PT Sugizindo merupakan salah satu fasilitas produksi yang cukup lengkap dalam memproduksi PKGK. Hal ini menunjukkan bahwa PT Sugizindo berperan tidak hanya sebagai industri PKGK, tetapi juga industri yang dapat menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," kata Taruna Ikrar.
Salah satu fokus dalam kunjungan ini adalah pembahasan mengenai kolaborasi antara BPOM, industri besar, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pangan. BPOM mendorong agar produk susu formula yang diproduksi oleh industri dapat terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dengan harga yang terjangkau dan tetap sesuai dengan persyaratan mutu dan keamanan pangan yang ketat.
"Industri PKGK termasuk industri yang memiliki risiko tinggi. Oleh karena itu, penjaminan keamanan pangan yang dipersyaratkan cukup ketat. Kami mengapresiasi PT Sugizindo yang telah menerapkan Program Manajemen Risiko Keamanan Pangan (PMR) sejak 2015 dan terus memperbarui komitmennya hingga 2026. Keamanan pangan harus menjadi prioritas dan kami mendorong industri untuk terus menjaga konsistensi dalam hal ini," ujar Taruna Ikrar.
Dalam kesempatan ini, BPOM juga menekankan pentingnya dukungan terhadap UMKM, yang merupakan bagian integral dari sektor pangan di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik di tahun 2023, sekitar 39,66% dari total unit usaha di Indonesia berada di sektor pangan, dengan 99,51% di antaranya adalah UMKM. "UMKM memegang peran esensial sebagai tulang punggung ekonomi dan juga berkontribusi sebagai penyuplai utama pangan di Indonesia. Kami berharap industri besar yang sudah establish dapat memberikan dukungan kepada UMKM sehingga mereka dapat berkembang dan maju," tambah Taruna Ikrar.
Salah satu harapan BPOM adalah agar industri besar seperti PT Sugizindo dapat memperbesar jangkauan UMKM binaan mereka. Dengan begitu, produk yang dihasilkan bisa naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap ketahanan pangan nasional. "UMKM harus didorong untuk naik kelas dan ini akan memberikan efek berganda bagi perekonomian," tukas Kepala BPOM.
PT Sugizindo yang diwakili Chief Executive Officer (CEO) of Danone Specialized Nutrition Indonesia Lee Meng Thoong memaparkan bahwa pihaknya melalui berbagai program turut mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya untuk memberdayakan sektor UMKM. ”Kami telah memberikan bantuan fasilitasi dalam pengajuan sertifikasi halal kepada 40 UMKM. Di Yogyakarta, kami juga membantu proses pengajuan izin edar kepada 32 UMKM melalui program Orang Tua Angkat (OTA),” paparnya.
Ia menambahkan, programnya juga menyasar kepada para petani dan peternak sapi. “Kami melakukan pemberdayaan kepada lebih dari 400 peternak sapi perah dan 1000 petani, penanganan medis dan vaksinasi sapi, hingga penyediaan air bersih bagi 200 kepala keluarga di komunitas peternak, serta pemberdayaan UMKM di sekitar pabrik yang telah menyasar 1.400 penerima manfaat. “Saat ini, seluruh program ini memberikan manfaat kepada lebih 10 ribu pelaku usaha UMKM,” jelasnya.
Kunjungan ini juga menyentuh pentingnya kolaborasi dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. BPOM diberikan tanggung jawab dalam memastikan produk yang digunakan dalam program tersebut memenuhi standar keamanan dan gizi yang tepat.
"Dalam program Makanan Bergizi Gratis, BPOM diberikan beberapa tanggung jawab. Salah satunya adalah menentukan produk yang akan digunakan. PT Sugizindo harus menjaga kualitas produk yang dipasok untuk memastikan bahwa anak-anak Indonesia mendapatkan asupan yang bergizi," jelas Taruna Ikrar lagi.
Selain itu, BPOM juga berperan dalam memastikan produk yang dihasilkan oleh industri pangan Indonesia dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan membuka peluang ekspor. "Kami tidak hanya mengeluarkan sertifikat GMP (Good Manufacturing Practices), tetapi juga memonitor pelaksanaan di lapangan untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar keamanan dan kualitas," tambahnya.
Dalam konteks ketahanan pangan, BPOM mendukung upaya hilirisasi pangan yang dapat meningkatkan kemandirian dan ketersediaan pangan di Indonesia. PT Sugizindo memiliki kontribusi besar dalam pencapaian swasembada pangan, yang juga merupakan salah satu cita-cita Presiden Prabowo dalam memperkuat sektor pangan nasional.
"PT Sugizindo berperan penting dalam mencapai target swasembada pangan di Indonesia. Kami berharap kolaborasi antara BPOM dan industri pangan akan terus berlanjut untuk memastikan bahwa produk pangan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga dapat menembus pasar ekspor," tutup Taruna Ikrar.
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara sektor publik dan swasta. Kolaborasi ini diharapkan dapat semakin mendorong ketahanan pangan dalam negeri yang lebih baik, serta mendukung program pemerintah yang berfokus pada peningkatan gizi masyarakat Indonesia. (HM-Benny)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
