Jakarta – “Indonesia adalah contoh nyata dari toleransi yang harmonis”. Demikian urai Kepala BPOM pada acara Perayaan Natal di BPOM di Aula Gedung Batik pada Jumat (6/12/2024). Perayaan Natal ini diselenggarakan oleh Pembinaan Rohani Karyawan Kristen Oikumene (PRKKO) BPOM. Dengan tema “Marilah Sekarang Kita Pergi Ke Betlehem” dan subtema “Melalui Natal Tuhan Memanggil Kita dalam Pengabdian & Kesederhanaan untuk Menggenapi Rencana-Nya yang Besar”, kegiatan ini menjadi momen refleksi dan penguatan kebersamaan di lingkungan BPOM.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Kepala BPOM Taruna Ikrar dan Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan L. Rizka Andalusia, pejabat tinggi madya dan pratama BPOM, pegawai aktif, serta purnabakti dari seluruh Indonesia baik secara luring maupun daring. Firman Tuhan dan refleksi Natal disampaikan oleh Romo Yoseph Selvinus Agut dan Pendeta Legsy Bertholens.
Ketua PRKKO BPOM Tepy Usia menyampaikan bahwa PRKKO, yang telah berdiri sejak 21 Juli 1989, terus berkomitmen menjadi wadah pembinaan rohani karyawan Kristen di BPOM. “PRKKO terlibat dalam berbagai kegiatan, seperti ibadah rutin, perayaan Natal dan Paskah, kunjungan sosial, hingga bantuan bagi masyarakat yang tertimpa musibah. Total anggota PRKKO berjumlah 770 yang terdiri dari 191 pegawai BPOM pusat dan 580 di Unit Pelaksana Teknis di daerah ” ungkap Tepy.
Dalam sambutannya, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyoroti pentingnya toleransi sebagai dasar kehidupan berbangsa. "Konflik di berbagai belahan dunia seperti Gaza dan Ukraina terjadi karena kurangnya toleransi dan kesediaan untuk saling mengalah. Yesus lahir membawa pesan kedamaian, dan kita di Indonesia harus menjaga perdamaian dan kesetiakawanan, termasuk di lingkungan BPOM," ujarnya.
"Sebagai bangsa yang majemuk, kita harus terus menjaga kebersamaan. Bersama-sama, kita melindungi masyarakat dari obat dan makanan yang tidak aman, menuju Indonesia yang maju pada tahun 2045," tambahnya.
Pada kesempatan ini, PRKKO BPOM juga menyerahkan bantuan sosial kepada Panti Asuhan Pondok Kasih Agape. Bantuan ini merupakan hasil kolektif dari anggota PRKKO di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari semangat kasih Natal.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pengabdian dalam kesederhanaan dapat menjadi bagian dari rencana besar Tuhan. Kami juga berkomitmen untuk terus menebarkan kebaikan dan solidaritas,” tutup Kepala BPOM.
Perayaan Natal ini menjadi pengingat akan pentingnya peran komunitas dalam mempererat toleransi, mendukung pengabdian, dan memperkuat harmoni di tengah keberagaman. Toleransi beragama yang baik akan membawa semangat untuk memberikan yang terbaik juga bagi bangsa dan negara melalui kerja pengawasan obat dan makanan yang bermanfaat untuk masyarakat.(HM-Benny)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
