Kepala BPOM Tekankan Laboratorium Sebagai Backbone Wujudkan Regulator Kelas Dunia

05-12-2024 Kerjasama dan Humas Dilihat 837 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Surabaya – Kepala BPOM Taruna Ikrar menekankan pentingnya laboratorium sebagai backbone pengawasan obat dan makanan. Hal ini disampaikan Kepala BPOM dalam pembukaan Pertemuan Nasional Monitoring dan Evaluasi Sistem Regionalisasi Laboratorium BPOM Tahun 2024 di Surabaya, Kamis (5/12/2024). “Laboratorium berperan sangat strategis dalam menghasilkan pengujian yang valid atas parameter keamanan, mutu, dan manfaat/khasiat produk,” ujar Taruna Ikrar dalam sambutannya yang disampaikan secara daring.

Seiring kemajuan ilmu dan teknologi serta perubahan gaya hidup konsumen, produk obat dan makanan akan terus berkembang dan makin beragam. Karena itu menurut Taruna Ikrar, kapasitas laboratorium BPOM harus terus ditingkatkan secara berkesinambungan. Salah satunya dengan regionalisasi laboratorium guna merespons kebutuhan pengujian obat dan makanan di seluruh wilayah Indonesia.  “Pengembangan laboratorium sejalan dengan visi BPOM menjadi regulator kelas dunia yang perlu didukung oleh laboratorium terdepan,” lanjutnya.

Penerapan konsep regionalisasi laboratorium adalah inovasi peningkatan efisiensi dan efektivitas pengujian di tengah keterbatasan sumber daya. Sistem regionalisasi laboratorium BPOM dikembangkan untuk mengoptimalkan sumber daya seperti anggaran, waktu, dan manusia. “Regionalisasi laboratorium diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas laboratorium BPOM dalam mendukung pengawasan obat dan makanan yang efektif,” terang Taruna Ikrar. 

Sejak dimulai pilot project pada 2021, penerapan secara nasional pada 2022, dan pengembangan konsep baru pada Juli 2023, BPOM telah menunjuk 7 regionalisasi laboratorium yang tersebar di sejumlah unit pelaksana teknis (UPT) di Medan, Pekanbaru, Semarang, Surabaya, Samarinda, Makassar, dan Manado. Regionalisasi laboratorium ini mengayomi sejumlah laboratorium UPT terdekat untuk meningkatkan efektivitas pengujian dan efisiensi sumber daya pengawasan. 

Taruna Ikrar berharap implementasi regionalisasi laboratorium menjadi pembelajaran dan bahan evaluasi untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi regionalisasi laboratorium sehingga dapat dilakukan upaya percepatan atau perbaikan. Pelaksanaan sistem regionalisasi laboratorium secara optimal membutuhkan komitmen seluruh jajaran BPOM. “Saya apresiasi upaya segenap jajaran BPOM menerapkan regionalisasi laboratorium di tengah berbagai tantangan dan saya berharap seluruh jajaran BPOM bersinergi mendukung tercapainya tujuan regionalisasi laboratorium,” imbaunya.

Berdasarkan hasil kajian yang ada, BPOM akan menambah 1 regionalisasi laboratorium di Jayapura untuk mengoptimalkan pengawasan di wilayah timur Indonesia Timur, terutama Papua. Nantinya regionalisasi laboratorium di Jayapura akan mengayomi sejumlah UPT terdekat seperti BPOM di Manokwari, Loka POM di Mimika, Loka POM di Merauke, dan Loka POM di Sorong. 

Sekretaris Utama BPOM Jayadi menyebut penambahan regionalisasi laboratorium di Jayapura untuk merespons kebijakan pemerintah pusat dalam pemerataan pembangunan di timur Indonesia. Dukungan pengawasan obat dan makanan, termasuk pengujian yang prima sangat penting, apa lagi kondisi geografis di timur  Indonesia memiliki tantangan tersendiri. 

“Tujuannya dalam rangka pemerataan pembangunan, seiring dengan apa yang menjadi kebijakan nasional. Kemudian Indonesia [bagian] Timur harus dilakukan percepatan proses pembangunan, termasuk salah satunya adalah pembentukan laboratorium regional di daerah ini,” ucap Jayadi.

Merespons rencana ini, Kepala BBPOM di Jayapura Hermanto menyambut baik penunjukkan UPT-nya masuk dalam regionalisasi laboratorium ke-8. Tantangan pengawasan di Papua yang begitu kompleks memerlukan laboratorium regional yang handal di wilayah tersebut, sehingga tidak harus keluar Papua. “Penunjukkan laboratorium regional BBPOM di Jayapura memerlukan dukungan penambahan sumber daya manusia dan peningkatan fasilitas laboratorium, agar kami bisa langsung berlari,” terangnya.

Dalam kesempatan ini, turut diserahkan penghargaan kepada 3 finalis terbaik Lomba Inovasi Teknologi Pengujian Obat dan Makanan. Selain itu, dilakukan juga penganugrahan penghargaan implementasi pengujian terbaik kepada Loka POM Ende, Loka POM Bau Bau, dan Loka POM Manggarai Barat. Dengan adanya forum ini, diharapkan dapat memotivasi UPT BPOM dalam mengoptimalkan pengawasan serta pengujian obat dan makanan di seluruh wilayah Indonesia. (HM-Fathan)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana