Pontianak - Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan bahwa dalam melakukan pengawasan obat dan makanan di wilayah NKRI, seluruh jajaran BPOM harus memiliki visi, arah dan gerakan yang sama. "Balai mana pun di daerah merupakan bagian dari BPOM RI, bukan sebuah unit yang berdiri sendiri sehingga visi, arah, dan gerak kita harus sama", ujar Penny K. Lukito saat melakukan kunjungan kerja dan pembinaan kepada jajaran Balai Besar POM (BBPOM) di Pontianak Senin (28/5).
Kunjungan kerja Kepala BPOM ke BBPOM di Pontianak didampingi oleh Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan (Deputi III) Suratmono, Deputi Bidang Penindakan (Deputi IV) Hendri Siswadi, Kepala Biro Humas dan Dukungan Strategis Pimpinan Rafail Walangitan dan Direktur Pengamanan, Brigjen. Pol Rusli Hedyaman. Selain meninjau kantor dan sarana prasarana, Kepala BPOM juga mengajak 83 orang jajaran BBPOM di Pontianak untuk berdialog terkait masalah dan hambatan yang dihadapi dalam melakukan pengawasan obat dan makanan di wilayah Kalimantan Barat. "Kedatangan saya hari ini untuk berdialog, mendengarkan masalah bapak ibu sekalian. Apa yang perlu dibantu oleh saya sebagai pimpinan untuk kepentingan BPOM", ungkap Penny K. Lukito.
Kepala BPOM menekankan bahwa anggaran yang bersumber dari uang rakyat harus digunakan dengan baik dan harus dibuktikan dengan kinerja yang baik. "Saya juga datang untuk mereviu kinerja balai. Kita sudah menggunakan uang rakyat, tentunya apa yg kita gunakan harus kita buktikan sesuai dengan target dan sasaran yang sudah ditetapkan", tegas Kepala BPOM.
Di akhir diskusi Kepala BPOM berpesan agar seluruh jajaran BBPOM di Pontianak melakukan perubahan karena tantangan kedepan sangat dinamis, para pelaku kejahatan semakin pintar dan BPOM harus siap menghadapinya. Tugas dari pimpinan, mulai dari Kepala Balai beserta pejabat struktural yang di bawahnya untuk memastikan visi, misi dan perilaku jajarannya kedepan "seirama". (HM-Hasibuan)
Biro Humas dan DSP
