Kerja Sama Badan POM dan Kemenlu Laksanakan Pelatihan Diplomasi dan Komunikasi

19-12-2017 Hukmas Dilihat 4266 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Dalam rangka meningkatkan kapasitas leadership dan kemampuan negosiasi, Badan POM RI mengadakan Pelatihan Diplomasi dan Komunikasi bagi 11 orang pejabat Eselon II dan Eselon III di  lingkungan unit kerja pusat dan 6 orang Kepala Balai Besar/Balai POM. Pelatihan diadakan selama dua hari, mulai 18 Desember 2017. Pelatihan ini diselenggarakan dengan bekerjasama dengan Sesparlu, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri RI.

 

Dalam pidato pembukaannya Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menyampaikan arahan dan harapannya agar setiap pejabat Badan POM RI memiliki kemampuan diplomasi  dan komunikasi yang baik mengingat semakin besarnya tantangan tugas Badan POM RI yang dalam satu tahun terakhir mengalami perkuatan baik secara substansial maupun struktural.

 

Kepala Badan POM RI menyampaikan apresiasi kepada Pusdiklat Kemenlu, khususnya Direktur Sesparlu yang telah memfasilitasi pelatihan ini dan mengharapkan pelatihan yang sama dapat dilakukan kembali untuk pejabat Badan POM RI yang lainnya.  Kerjasama dengan pihak Kementerian Luar negeri dalam bidang ini kiranya dapat diformalkan untuk memperkuat kemitraan.

 

Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Badan POM RI, Diana ES Sutikno dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini telah dirancang sedemikian rupa sehingga tercipta proses pembelajaran yang efektif dan sejalan dengan kebutuhan Badan POM RI. Pada akhirnya pelatihan ini bertujuan agar para peserta pelatihan dapat meningkatkan kompetensi komunikasi dan diplomasi, sehingga mampu menjalin kerja sama yang baik dan efektif dengan para pemangku kepentingan baik di dalam maupun di luar negeri.

 

Pada kesempatan pertama pelatihan, Duta Besar Rezlan I. Jenie  yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan beberapa negara sahabat, berbagi pengalamannya dalam melaksanakan tugas diplomasi dan negosiasi dalam tingkat multilateral dan bilateral.

 

Dalam sesi selanjutnya, narasumber Budi Hardiman dari Drikarya memberikan paparan mengenai kepemimpinan dan etika. Dalam sesi ini ditekankan pentingnya etika dalam memimpin dan membuat keputusan yang terbaik bagi masyarakat luas.

 

Pelatihan hari pertama ditutup oleh narasumber praktisi media, Yulia Supadmo, Redaktur-RTV, yang memberikan paparan dan tips mengenai cara-cara menghadapi media. Yulia Supadmo menegaskan bahwa seorang pejabat publik perlu membangun hubungan yang baik dengan media, sehingga komunikasi dapat dilakukan dengan mudah. Good listener dan sympathetic merupakan kualitas-kualitas yang perlu dimiliki untuk dapat menjalin komunikasi yang baik dengan media. Di akhir sesi, para peserta pelatihan melakukan simulasi door stop interview.

 

Biro Kerja Sama Luar Negeri

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana