Kerja Sama BPOM dan Smesco Dukung UMKM Berdaya Saing

06-09-2022 Kerjasama dan Humas Dilihat 853 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta - BPOM dan Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP KUKM), atau yang biasa disebut Smesco, berkolaborasi melakukan kerja sama untuk mendukung penuh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPOM dan Smesco di Gedung Smesco Indonesia, Selasa (06/09/2022). Penandatanganan dilakukan oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Utama BPOM, Rita Endang dan Direktur Smesco Indonesia, Leonard Theosabrata. PKS ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara BPOM dengan Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah tentang Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bidang Obat Tradisional, Kosmetika, dan Pangan Olahan.


Smesco adalah lembaga resmi di bawah Kementerian Koperasi dan UKM RI yang bertugas membantu akses pemasaran bagi usaha kecil dan menengah. Smesco juga berperan sebagai pelaksana layanan informasi pasar, sarana pemasaran, promosi produk, dan jaringan pemasaran, serta distribusi produk UKM, konsultasi pemasaran, peningkatan kemampuan manajemen dan teknik pemasaran, serta inkubasi pemasaran.


Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk meningkatkan kapasitas UMKM dalam menghasilkan produk obat tradisional, kosmetika, dan pangan olahan yang aman dan bermutu, sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM obat tradisional, kosmetika, dan pangan olahan. BPOM berharap Smesco dapat mendukung UMKM ketiga komoditi tersebut dari sisi digitalisasi, promosi, pemasaran, serta permodalan agar UMKM masuk dalam ekosistem digital.


Plt. Sekretaris BPOM, Rita Endang menyatakan BPOM sangat mendukung kerja sama ini, sehingga nantinya UMKM memiliki kemudahan berusaha, tingkat ease of doing business menjadi tinggi. “Berbagai upaya dilakukan oleh BPOM, dimulai dari pendampingan UMKM dengan memiliki orang tua angkat, membangun ekosistem perizinan untuk memperoleh izin edar dan Good Manufacturing Practices (GMP), pengawasan post-market, dan pendampingan untuk ekspor,” ungkap Rita Endang.


Sementara itu, Direktur Smesco Indonesia, Leonard Theosabrata mengatakan bahwa ini adalah kerja sama kunci sebagai upaya UMKM naik kelas. “Semoga kerja sama ini bisa membuahkan banyak hasil untuk UMKM,” harapnya.


Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro, Rulli Nuryanto yang hadir mewakili Menteri Koperasi dan UKM memberikan selamat dan sukses atas terjalinnya kerja sama antara BPOM dan Smesco. “Diharapkan melalui kerja sama ini akan semakin meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM dan juga meningkatkan daya saing produk UMKM, khususnya terkait produk makanan, minuman, kosmetika, dan obat-obatan,” ungkapnya.


BPOM berkomitmen akan terus mengembangkan kerja sama, kolaborasi, dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan UMKM naik kelas dan berdaya saing. (HM-Hendriq)



Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana