Kesenian Sebagai Media Baru Penyebaran Informasi Obat dan Makanan

21-06-2024 Umum Dilihat 1076 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – BPOM gelar pertunjukan kesenian ketoprak bertajuk “Ksatria Bulak Perak Ondo Mas” di Auditorium Merah Putih, Kantor BPOM, Kamis (20/6/2024). Pagelaran ini merupakan inovasi baru dari BPOM dalam menyebarkan informasi dan edukasi terkait obat dan makanan di tengah masyarakat. Kebudayaan masyarakat dan kearifan lokal dapat digunakan sebagai media komunikasi, informasi, dan edukasi massa yang bersifat masif.

Ketoprak merupakan salah satu kesenian tradisional yang sangat populer. Dengan bertumpu pada kisah yang menarik dan karakter tokohnya yang kuat, penggambaran dan cerita pada pertunjukan dapat dijadikan contoh perilaku oleh masyarakat. BPOM berupaya mengemas edukasi secara apik dengan menampilkan kesenian daerah yang diisi dengan pesan-pesan keamanan pangan. Dengan promosi kesehatan yang disesuaikan dengan sosial budaya setempat, diharapkan pesan keamanan pangan yang disampaikan dapat menjangkau semua lapisan masyarakat.

Pementasan ketoprak “Ksatria Bulak Perak Ondo Mas” diadakan dalam rangkaian kegiatan perayaan World Food Safety Day yang diselenggarakan oleh BPOM di sepanjang Juni 2024. Kegiatan ini juga menjadi momen pencanangan kesenian dan permainan tradisional sebagai media edukasi dan informasi obat dan makanan. Harapannya pementasan seni yang mengandung pesan-pesan informasi keamanan pangan seperti ini dapat direplikasi oleh unit pelaksana teknis BPOM di seluruh Indonesia.

Ksatria Bulak Perak Ondo Mas menceritakan tentang sebuah kerajaan yang dilanda wabah penyakit, bahkan menimbulkan beberapa korban hingga meninggal dunia. Lalu pihak kerajaan mencari tahu penyebab dari peristiwa ini dan menanganinya agar tidak terulang kembali. Kisah drama ketoprak ini disiarkan juga secara langsung melalui kanal Youtube BPOM RI.

“Selain itu, Bapak-Ibu, kalau membeli pangan olahan jangan lupa cek KLIK,” ujar salah satu tokoh pada ketoprak yang berperan sebagai kader keamanan pangan. “Apa, ya, itu? Cek Kemasan, cek Labelnya, cek Izin edarnya, jadi harus beli yang sudah punya izin edar, dan cek Kedaluwarsanya,” sambungnya. 

Suasana auditorium BPOM pada pementasan malam itu cukup meriah. Diselingi dengan alunan gamelan yang enak didengar, para tokoh dan karakter pada pentas kesenian ketoprak ini menyuguhkan pertunjukan yang menarik dengan cerita dan tentunya informasi yang mudah dicerna. Penonton terdengar cukup terhibur dengan gelak tawanya, merespons guyonan para pementas yang saling berdialog dengan latar kerajaan, namun dengan bahasa kekinian. Yang tidak kalah menarik, para pimpinan BPOM juga terlibat. Plt. Kepala BPOM, jajaran eselon 1, dan stakeholder BPOM lainnya juga turut berperan menjadi tokoh sentral dalam pertunjukan ini. (HM-Hendriq)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana