Jakarta - Pandemi global COVID-19 membuat dunia bersatu mencari jalan terang pengobatan. Di Indonesia, Badan POM sebagai otoritas pengawas Obat dan Makanan yang juga bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 terus berkontribusi optimal dalam mengawal terapi COVID-19. Bahkan Badan POM RI berkolaborasi dengan jejaring internasional salah satunya Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia melalui pelatihan virtual “Validasi dan Verifikasi Metode Analisis Untuk Obat-Obat Potensial Yang Digunakan Dalam Pengobatan COVID-19” di Jakarta, Rabu (20/05).
Kepala Badan POM RI Penny K Lukito mengatakan pelatihan ini sangat baik untuk mendukung kapasitas Laboratorium Badan POM dalam memberikan dukungan penanganan pandemi COVID-19. "Pelatihan virtual pertama ini sangat relevan dan diperlukan untuk mendukung kapasitas analis laboratorium kami dalam melakukan kemampuan pengujian yang lebih baik dari beberapa obat potensial untuk perawatan COVID-19," jelas Kepala Badan POM RI.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi berkelanjutan antara Badan POM RI dan TGA Australia di bawah Program Penguatan Regulasi Indo-Pasifik (IRSP). "Tema kegiatan IRSP antara otoritas pengawas ini bertujuan memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap kesehatan masyarakat dengan memastikan akses obat yang aman, berkualitas dan berkhasiat untuk perawatan COVID-19," terang Penny K. Lukito.
Kepala Badan POM RI sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kolaborasi TGA Australia melalui sejumlah kegiatan yang sangat berguna di berbagai forum antara regulator di kawasan di bawah kerangka kerja penting ini. Tercatat terdapat dua program aktivitas yakni dukungan laboratorium dalam bentuk pelatihan tentang metode dan analisis untuk obat-obatan potensial untuk pengobatan COVID-19, serta kolaborasi antara evaluator dari kedua lembaga tentang berbagi informasi dalam evaluasi obat / vaksin, termasuk uji klinis terkait dengan pengobatan COVID-19.
Pihaknya berharap kemitraan antara Badan POM RI dan TGA Australia akan membuka jalan bagi kerja sama lebih lanjut dalam berbagai bidang yang lebih luas terkait pengawasan obat di tahun mendatang yang berkontribusi positif bagi hubungan bilateral keseluruhan antara kedua negara. Setelah ini akan ada pelatihan tahap kedua pada 29 Mei 2020 dengan topik “Screening test for counterfeit medicines including the COVID-19 medicines using HPLC PDA and UPLC PDA”. "Saya mencatat respon cepat dan positif dari tim TGA terhadap permintaan kami untuk dukungan tambahan dalam mengatasi pandemi COVID-19," ujarnya.
Pelatihan diikuti 73 orang peserta Badan POM pusat dan Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia. "Saya mengajak seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan baik ini untuk memperoleh pengetahuan dan meningkatkan kapasitas pengujian, yang pada akhirnya berkontribusi pada perlindungan masyarakat menyeluruh, tidak terbatas pada saat pandemi COVID-19 ini," tutup Kepala Badan POM. (HM-Fathan)
Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan
