Kolaborasi BPOM dengan WHO SEARO Gelar Workshop Peningkatan Jaminan Kualitas Obat di Regional Asia Tenggara

02-05-2023 Kerjasama dan Humas Dilihat 678 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta - BPOM bersama World Health Organisation South-East Asia Regional Office (WHO SEARO) menggelar “Regional Workshop on Ensuring Quality of Medicines from Contaminated Substances” pada tanggal 2 – 4 Mei 2023 di Jakarta. Workshop ini bertujuan memperkuat kapasitas regulatori serta meningkatkan kesetaraan akses terhadap obat aman, berkhasiat, dan bermutu bagi negara-negara yang tergabung dalam SEARO.

Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito dalam opening remarks-nya menyampaikan apresiasi kepada WHO SEARO, para pembicara, serta para peserta yang merupakan anggota SEA Region yang berasal dari Bangladesh, Bhutan, Korea Utara, India, Indonesia, Maldives, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand, dan Timor Leste. “Kehadiran dan kontribusi para peserta dalam kegiatan ini sangatlah penting. Diharapkan dapat tercipta diskusi yang produktif dan kolaborasi yang membangun dalam beberapa hari ke depan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Kepala BPOM menjelaskan masalah produk obat substandar dan dipalsukan, khususnya produk farmasi yang terkontaminasi, merupakan tantangan global yang telah mempengaruhi banyak negara selama beberapa dekade. Insiden obat-obatan substandar baru-baru ini di Gambia, Indonesia, Uzbekistan, Kepulauan Marshall, dan Mikronesia telah menunjukkan perlunya kolaborasi internasional untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. 

“Kita perlu memperkuat sistem regulasi kita dan melakukan kolaborasi, kerja sama, dan transparansi di antara semua pemangku kepentingan terkait dalam mengatasi masalah ini tanpa adanya batasan. Upaya peningkatan kapasitas juga diperlukan untuk membekali semua pihak yang terlibat dengan pengetahuan dan sumber daya yang diperlukan untuk mencegah kasus serupa terulang kembali. Berbagi pengalaman dan praktik terbaik di antara negara anggota membantu mengidentifikasi tantangan umum dan menemukan solusi yang dapat diterapkan dalam konteks yang berbeda,” jelas Kepala BPOM.

Sementara itu, Director Health System Development WHO SEARO, Manoj Jhalani menyampaikan WHO memiliki peran penting dalam mendukung negara-negara dalam memperkuat sistem regulasi dan mempromosikan akses yang adil terhadap produk kesehatan dan medis yang berkualitas, aman, berkhasiat, serta terjangkau. “Kegiatan di hari ini akan didedikasikan untuk melihat kembali dan mendiskusikan prinsip-prinsip umum dan pedoman, lalui bekerja sama untuk mengartikulasikan permasalahan kontaminasi dalam konteks wilayah masing-masing negara,” jelasnya.

Regional Advisor WHO SEARO, Dr. Adrien Inoubli memberikan apresiasi kepada BPOM atas leadership yang kuat dan kesediaan BPOM untuk memfasilitasi pertemuan yang sangat penting ini. Lebih lanjut, Adrien menjelaskan bahwa workshop ini adalah kesempatan yang baik bagi seluruh regulator di berbagai region dan WHO untuk belajar dari pengalaman yang telah dilalui Indonesia. 

"Apa yang dilakukan BPOM saat menghadapi krisis dan transparansinya merupakan sebuah tindakan dan kualitas yang penting untuk dimiliki oleh modern regulatory asisstant. Kami berharap akan dapat banyak manfaat dari pengalaman tersebut dan dapat dibagikan kepada regulator di negara lain", jelas Adrien.

Dengan berbagi pengalaman, diharapkan dapat bekerja sama bahu-membahu untuk mencegah kejadian serupa terjadi di negara lain dengan memperkuat pengawasan regulasi baik pre-market maupun post-market. “Dengan memperkuat sistem regulasi dan mengambil tindakan cepat dan tegas, regulator dapat memastikan bahwa masyarakat di seluruh dunia memiliki akses ke obat-obatan yang aman, berkualitas tinggi, dan berkhasiat,” tutup Kepala BPOM. (HM-Maulvi)


Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat 

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana