Kolaborasi dan Inovasi untuk Menghasilkan Obat yang Berkualitas dan Terjangkau.

17-04-2014 Hukmas Dilihat 1958 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

“Obat merupakan salah satu komoditi perdagangan yang dapat menentukan kelangsungan hidup orang banyak. Untuk itu pengawasan obat dilakukan mulai dari produksi, distribusi, sampai penggunaannya di masyarakat”. Demikian disampaikan Wakil Rektor ITB Bidang Riset dan Teknologi, Wawan Gunawan dalam acara seminar “Obat untuk Rakyat (Murah dan Berkualitas)”, yang diselenggarakan oleh BPK dan ITB pada 15 april 2014 di Aula Barat Institut Teknologi (ITB) Bandung.

 

Seminar dihadiri oleh Kepala Badan POM, DR. Roy Sparringa, M.App.Sc, Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan, Prof. DR.dr Akhmal Taher Sp.U(K), Dirjen Bina Kefarmasiaan dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Maura Linda Sitanggang Apt., Ph.D, Anggota Badan Pengawas Keuangan Republlik Indonesia DR.Rizal Djalil, Wakil Rektor ITB Bidang Riset dan Teknologi, Wawan Gunawan, Dekan Sekolah Farmasi ITB, Prof.DR. Daryono Hadi,Apt.,M.Si dan Kepala Penelitian dan Pengembangan Gabungan Pengusaha Farmasi, Pre Agusta.

 

 “Sinergisme antara regulator, akademisi, dan pelaku usaha sangat penting diselaraskan agar dapat menghasilkan obat yang berkualitas dengan harga terjangkau masyarakat. BPK akan membantu dalam melakukan koordinasi dengan stakeholders lainnya”, ujar DR Rizal Djalil, Anggota BPK RI. Dalam kesempatan yang sama Kepala Badan POM menyampaikan bahwa  Badan POM siap untuk memperbaiki kinerjanya khususnya terkait registrasi obat. Di sisi lain mahalnya harga obat disinyalir juga karena tidak adanya ketersediaan bahan baku obat lokal (masih impor) yang juga dibenarkan oleh Kepala Litbang Gabungan Pengusaha Farmasi, Pre Agusta. Selain ketiadaan bahan baku, salah satu komponen yang mengakibatkan kenaikan harga produksi adalah biaya distribusi. Dari sekitar 206 industri farmasi yang ada di Indonesia, 95% berada di Pulau Jawa sehingga diperlukan biaya yang tinggi untuk mendistribusikan produknya ke luar Pulau Jawa.

 

Oleh karena itu, Badan POM, Kementerian Kesehatan, dan ITB mendukung penuh program audit terutama di bidang farmasi agar dapat menghasilkan solusi untuk menciptakan obat yang berkualitas dan harga yang terjangkau masyarakat. Dengan seminar ini, diharapkan dapat mendorong semua pihak yang berkepentingan dalam bidang industri farmasi untuk bahu membahu melakukan inovasi guna kepentingan bangsa. HM-13

 

Biro Hukum dan Humas

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana