Kolaborasi dan Komitmen Perbaikan Berkelanjutan Warnai Rapat Evaluasi Nasional BPOM Tahun 2023

04-12-2023 Kerjasama dan Humas Dilihat 1248 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Yogyakarta – Rapat Evaluasi Nasional (REN) Tahun 2023 dimulai pada Kamis, (30/11/2023) dilaksanakan selama 2 hari. REN Tahun 2023 mengusung tema “Semangat Kolaborasi, Mewujudkan Pengawasan Obat dan Makanan yang Berintegritas Menuju Indonesia Maju”.  Selaras dengan tema yang diusung, kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh jajaran BPOM, melainkan juga dihadiri oleh mitra lintas sektor BPOM di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), antara lain Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DIY, Dinas Kesehatan Provinsi DIY, dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Provinsi DIY.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala BPOM RI, L. Rizka Andalucia menyampaikan rasa syukur atas pencapaian BPOM selama tahun 2023. Ia menegaskan bahwa tantangan BPOM ke depan terkait dengan penguatan sistem kesehatan nasional yang menekankan pentingnya transformasi teknologi kesehatan serta pengawasan obat dan makanan berbasis digital.

“Tantangan ini terus tumbuh seiring globalisasi, perdagangan bebas, kemajuan teknologi, hingga perubahan gaya hidup konsumen. Untuk itu, BPOM perlu terus berkomitmen membangun kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk meningkatkan pengawasan obat dan makanan yang efektif,” ujar Plt. Kepala BPOM.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk memberikan apresiasi kepada unit kerja BPOM melalui penganugerahan Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik (Monev KIP). Penghargaan ini diberikan sebagai wujud implementasi BPOM dalam membuka akses informasi obat dan makanan yang aman bagi masyarakat dan pelaku usaha. 

“Melalui penghargaan Monev KIP, diharapkan dapat menjadi acuan unit kerja BPOM dalam memberikan layanan informasi publik agar tercipta masyarakat yang cerdas dan berpartisipasi aktif dalam pengawasan obat dan makanan,” terang Plt. Kepala BPOM.

Pemeringkatan dibedakan berdasarkan kategori unit kerja pusat, Balai Besar POM (BBPOM), dan Balai POM. Untuk unit kerja pusat, peringkat tiga terbaik adalah Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor; Biro Hukum dan Organisasi; dan Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik. Untuk kategori BBPOM, peringkat tiga terbaik adalah BBPOM di Bandar Lampung, BBPOM di Surabaya, dan BBPOM di Jakarta. Sementara untuk balai POM, tiga terbaiknya adalah Balai POM di Tarakan, Balai POM di Batam, dan Balai POM di Jambi.

 Apresiasi lainnya yang diberikan adalah Penghargaan Pengukuran Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara (IP ASN). Penghargaan ini diberikan kepada unit kerja pusat maupun unit pelaksana teknis (UPT) BPOM yang dinilai baik dalam profesionalitas pegawai ASN-nya secara kuantitatif. Pengukuran IP ASN ini diharapkan dapat mendukung pembenahan kinerja ASN di BPOM guna memenuhi harapan masyarakat dalam kinerja pengawasan obat dan makanan.

Penghargaan IP ASN untuk kategori unit kerja pusat diberikan kepada Inspektorat II; Direktorat Registrasi Obat; dan Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik. Untuk kategori BBPOM, diberikan kepada BBPOM di Yogyakarta, BBPOM di Semarang, dan BBPOM di Makassar. Sedangkan untuk kategori Balai POM, diberikan kepada Balai POM di Sofifi, Balai POM di Mamuju, dan Balai POM di Gorontalo. Untuk kategori Loka POM, penghargaan diberikan kepada Loka POM di Kabupaten Sorong, Loka POM di Kabupaten Jember, dan Loka POM di Kabupaten Aceh tengah. 

Apresiasi selanjutnya adalah Penghargaan Pelayanan Publik oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (KEMENPANRB) Tahun 2023. Penghargaan yang diberikan pada kesempatan ini adalah kepada unit kerja dengan nilai sarana prasarana terbaik pada pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPP) internal BPOM tahun 2022. Penerima penghargaan ini adalah Direktorat Registrasi Pangan Olahan, BBPOM di Yogyakarta, BBPOM di Denpasar, BBPOM di Surabaya, dan BBPOM di Serang. 

Masih dalam rangkaian kegiatan REN BPOM Tahun 2023, kegiatan hari pertama dilanjutkan dengan pelaksanaan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Sistem Manajemen Mutu/Quality Management System (QMS) ISO 9001:2015. Dalam RTM, disampaikan status tindakan dari tinjauan manajemen oleh masing masing kedeputian BPOM. Juga terdapat paparan isu internal maupun eksternal, serta pembahasan efektivitas kinerja QMS dari unit kerja pusat dan UPT BPOM.

Terkait penerapan QMS, Plt. Kepala BPOM menekankan komitmen perbaikan berkelanjutan sebagai respons atas hasil laporan tinjauan manajemen tahun 2023. “Penerapan QMS BPOM sudah sangat baik, namun masih perlu peningkatan pada komitmen perbaikan berkelanjutan, khususnya di UPT BPOM,” ungkapnya. Ia juga kembali mengingatkan penerapan nilai Ber-AKHLAK yang harus diterapkan secara menyeluruh dalam setiap upaya pelayanan UPT BPOM.

Pada hari kedua, kegiatan REN BPOM Tahun 2023 dilanjutkan dengan pemaparan evaluasi kinerja tahun 2023 yang dibarengi dengan diskusi hasil kinerja dari masing-masing kedeputian dan unit pusat-pusat BPOM. Penting menjadi pembahasan pada evaluasi kinerja ini, antara lain mengenai perbaikan berkelanjutan dalam siklus perencanaan, penganggaran, dan implementasi program kegiatan tahunan.

Sekretaris utama BPOM, Rita Mahyona, turut menyampaikan pencapaian BPOM dalam realisasi anggaran sampai dengan 29 November tahun 2023. Realisasi BPOM berada pada peringkat ke-11 dari 84 kementerian/lembaga diimbangi dengan pencapaian kategori ‘Baik’ pada nilai kinerja anggaran. 

“Capaian ini jangan membuat kita cepat puas, dengan sisa waktu yang se makin sempit, BPOM tetap terus harus mengoptimalkan capaian program kinerja dan anggaran,” tegasnya.

Sebagai penutup, Plt. Kepala BPOM mengajak segenap jajaran BPOM untuk senantiasa berkinerja efektif dalam melindungi masyarakat dan meningkatkan daya saing bangsa melalui obat dan makanan aman. Hal ini dapat tercermin dari hasil program kinerja BPOM yang manfaatnya harus dapat dirasakan bagi masyarakat dan pada akhirnya dapat bermuara pada peningkatan pembangunan nasional. (HM-Dila)

 

                                                                                                                                                     Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana