Kolaborasi Global Tingkatkan Kapasitas Pengawasan Obat dan Makanan

28-08-2019 Kerjasama dan Humas Dilihat 2489 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta - Badan POM akan kembali memperbarui kerja sama dengan mitra global World Health Organization (WHO). Pembahasan kerja sama ini diawali pertemuan Kepala Badan POM, Penny K. Lukito beserta jajaran dengan WHO Representative to Indonesia, Paranietharan dan Medical Officer for Expanded Program on Immunization/Immunization Vaccines Development, Vinod Bura di kantor Badan POM, Jakarta (27/08).

WHO berharap Badan POM berkolaborasi dalam program pembiayaan 2020-2021. Ini sejalan dengan the 13th General Programme of Work (GPW 13) yang merupakan Rencana Strategis (Renstra) WHO periode 2019-2023. Target prioritas GPW13 terkait Badan POM yaitu “Improved availability of essential medicines, vaccines, diagnostics and devices for PHC” yang masuk dalam kategori “medium priority”. Untuk itu WHO meminta Badan POM membuat rencana kerja. WHO akan memberikan bantuan teknis untuk program strategis di bidang Obat dan Makanan.

Kepala Badan POM sangat menyambut baik dan terbuka untuk dialog lebih lanjut guna memperkuat kolaborasi antara Badan POM dan WHO. "Kami menghargai peran WHO sebagai organisasi antar pemerintah yang penting, bekerja bersama dengan berbagai negara serta organisasi internasional untuk mendukung negara dan regulator di negara-negara seperti Indonesia," jelasnya.

Merespon hal tersebut, Badan POM akan mengusulkan rencana kerja bersama untuk program 2020-2021. Beberapa usulan kolaborasi potensial pada bantuan teknis lebih luas mencakup semua bidang yaitu obat dan vaksin, obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetik, keamanan pangan, penguatan laboratorium, serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Selanjutnya kesepakatan kerja sama ini akan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (MoU) yang diperkirakan akan ditandatangani pada November 2019 agar implementasinya dapat dimulai tepat waktu. "Kami berharap rencana kerja bersama yang diusulkan dapat sejalan dengan program prioritas dan strategis Badan POM. Untuk rencana kerja terkait obat dan vaksin bisa sejalan dengan Rencana Aksi Hasil Pertemuan Kepala Otoritas Regulatori Obat Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam," jelas Kepala Badan POM.

Selama ini Badan POM telah menjalin kerja sama erat dengan WHO, baik melalui forum internasional maupun program kerja lainnya di bidang obat. Badan POM berpartisipasi secara aktif dalam berbagai forum WHO, seperti World Health Assembly (WHA), Member State Mechanism (MSM) on Substandard and Falsified Medical Products (SFMP), ICDRA, WHO SEARN, dan lainnya.

Pada 2018, Badan POM terlibat dalam Proyek Percontohan WHO tentang Pelaporam Produk Medis Substandar dan Palsu di Fasilitas Layanan Kesehatan melalui aplikasi telepon pintar. Bahkan sejak 2008, Badan POM juga telah menjadi Pusat Pelatihan WHO Global Learning Opportunities (GLO) untuk Evaluasi Data Klinis, Otorisasi Uji Coba Klinis, dan Cara Uji Klinis yg Baik untuk vaksin.

Di tahun yang sama, Badan POM memperoleh penilaian tingkat kematangan antara level 3 hingga 4. Penilaian National Regulatory Authority (NRA) Benchmarking WHO dan Prakualifikasi WHO untuk Laboratorium Pengawasan Obat ini menunjukkan bahwa Badan POM diakui dunia sebagai sistem regulasi yang berfungsi dengan baik dan terintegrasi. (HM-Fathan)

Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana