“BPOM berkomitmen untuk melindungi masyarakat dari Obat dan Makanan yang berisiko terhadap kesehatan dan secara terus-menerus meningkatkan pengawasan serta memberikan pelayanan kepada seluruh pemangku kepentingan”. Demikian komitmen BPOM yang dituangkan dalam kebijakan mutu, dan tercantum dalam manual mutu.
“Sejak BPOM mengimplementasikan ISO 9001:2008 tahun 2011, terlihat adanya peningkatan komitmen dari seluruh personil BPOM, yang dibuktikan dengan penurunan jumlah temuan audit sertifikasi tahun 2012 dan audit surveilan tahun 2013, baik di Pusat maupun di BB/BPOM seluruh Indonesia”. Demikian dinyatakan oleh Koordinator Management Representative BPOM, Togi Junice Hutajulu dalam pemaparannya pada rapat tinjauan manajemen, 5 Februari 2014. “Kita lihat audit surveilan ke-2 yang akan dilaksanakan bulan Februari ini, mudah-mudahan sudah tidak ada temuan lagi, baik mayor maupun minor”, ungkapnya lebih lanjut.
Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) yang dipimpin oleh Kepala Badan POM selaku Manajemen Puncak tersebut dihadiri oleh seluruh Deputi Manajemen Puncak, Koordinator Management Representative (MR), Deputi Koordinator MR, Koordinator Auditor Internal, dan Tim Penjaminan Mutu di Pusat maupun BB/BPOM di seluruh Indonesia. 7 agenda telah dibahas dalam RTM tersebut, yaitu:
- Hasil audit mutu internal
- Tindakan perbaikan dan pencegahan (CAPA)
- Umpan balik pelanggan
- Kinerja proses dan kesesuaian produk
- Perubahan yang dapat mempengaruhi sistem manajemen mutu
- Tindak lanjut tinjauan manajemen sebelumnya
- Rekomendasi untuk peningkatan
“Dengan melaksanakan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 secara konsisten, maka akan mempermudah kita dalam melaksanakan pekerjaan pengawasan Obat dan Makanan.” Ungkap Sekretaris Utama BPOM selaku Deputi Manajemen Puncak, Hayatie Amal, meyakinkan seluruh personil BPOM akan manfaat penerapan ISO 9001:2008.
“Temuan dalam audit sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 harus disikapi dengan bijak, yang terpenting adalah tindak lanjutnya”. Ungkap Kepala BPOM, Roy Sparringa, selaku Manajemen Puncak. Kepala BPOM meminta Koordinator MR dan tim untuk mengawal lebih jauh tindak lanjut yang harus dilakukan oleh seluruh Unit Kerja di Pusat dan BB/BPOM seluruh Indonesia, demi perbaikan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dan Continuous Improvement.
Biro Hukmas
