Koordinasi dan Komunikasi Kunci Keberhasilan Farmakovigilans di Indonesia

13-08-2015 Hukmas Dilihat 2605 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

JAKARTA – Direktur Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan PKRT, Arustiyono membuka secara resmi training Farmakovigilans untuk petugas Badan POM termasuk Balai Besar/Balai POM (BBPOM) seluruh Indonesia. Kegiatan yang mengusung tema “Program Farmakovigilans di Indonesia” ini dilaksanakan  di Wisma PKBI, Jakarta Selatan, Rabu (12/08/15).

 

Sesuai mandat Badan POM dalam menjamin aspek keamanan atau safety, disamping menjamin manfaat/efikasi dan mutu obat yang beredar di wilayah Indonesia, dan seiring dengan tuntutan dunia tentang pemantauan keamanan penggunaan obat, atau yang dikenal dengan farmakovigilans, maka diperlukan peningkatan pemahaman farmakovigilans kepada pegawai di Badan POM maupun BB/BPOM di seluruh Indonesia.

 

Kegiatan ini diikuti oleh 43 orang peserta perwakilan dari setiap BB/BPOM di seluruh Indonesia dan juga peserta dari unit-unit di lingkungan Badan POM. Pada kesempatan tersebut, peserta diberi pembekalan materi oleh para narasumber dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Komnas PP KIPI, dan Badan POM.

 

Dalam sambutannya Arustiyono menyampaikan bahwa dengan dilakukannya training Farmakovigilans ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang farmakovigilans maupun peran dan tanggung jawab kita dalam pelaksanaan farmakovigilans, memiliki kompetensi dan kapabilitas di bidang farmakovigilans termasuk peraturan terkait farmakovigilans, dan mampu membentuk/ membangun jejaring kerja terkait farmakovigilans di BB/BPOM masing-masing. Peran BB/BPOM dapat terus ditingkatkan terutama dalam memperkuat jejaring kerja di tingkat Daerah, baik dengan Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Asosiasi Profesi, Akademia, maupun Stakeholders lain terkait program farmakovigilans. HM-12

 

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana