Surabaya – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPOM RI L. Rizka Andalusia mengisi kuliah umum yang bertajuk “Berkarir di BPOM: Peluang dan Tantangan” di Universitas Airlangga (UNAIR) pada Kamis (15/8/2024). Kuliah umum yang diselenggarakan oleh Fakultas Farmasi (FF) UNAIR dan bertempat di Aula Gedung Nanizar Zaman Joenoes ini dihadiri oleh setidaknya 342 mahasiswa secara hibrid.
“Kami mengajak para alumni UNAIR untuk dapat berkarir di BPOM. Tentunya untuk bisa menguatkan pengawalan keamanan, khasiat, dan mutu bagi produk farmasi Indonesia dan mendukung resiliensi bidang kesehatan. Harapannya, para mahasiswa dapat mengikuti kuliah umum ini dengan baik dan mendapatkan manfaat sebesar-besarnya bagi mahasiswa, universitas, dan bangsa Indonesia,” ujar Dekan FF UNAIR Junaidi Khotib dalam sambutannya.
Turut hadir bersama Plt. Kepala BPOM dalam kesempatan tersebut jajaran pimpinan eselon I BPOM, yaitu Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif; Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik; serta para kepala biro, direktur, dan kepala balai yang ada di lingkungan BPOM. “BPOM ingin mengekspos bagi seluruh profesi, serta lulusan dari perguruan tinggi untuk berkarya di BPOM,” Rizka Andalusia.
Tahun 2024 ini, BPOM akan kembali membuka 1.296 formasi untuk bergabung menjadi aparatur sipil negara (ASN), yang terdiri dari 781 calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan 515 calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (CPPPK). Kualifikasi pendidikan yang disyaratkan, antara lain untuk profesi apoteker, dokter umum, S1 kimia, S1 teknologi pangan, S1 biologi, S1 kesehatan masyarakat, S1 farmasi, S1 hukum, S1 akuntansi, S1 administrasi publik, S1 psikologi, D4 kearsipan dan informasi digital, dsb. Khusus untuk lulusan farmasi, BPOM membuka 28 formasi jabatan, antara lain sebagai widyaiswara dengan kualifikasi S2 farmasi, pengawas farmasi dan makanan dengan kualifikasi profesi apoteker, dan analis kebijakan dan penata kelola obat dan makanan dengan kualifikasi S1 farmasi.
“Kita membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi lulusan terbaik dari UNAIR. Ini peluang yang besar untuk para lulusan UNAIR dari berbagai fakultas untuk bergabung dalam barisan pengawasan obat dan makanan di BPOM,” ujar Plt. Kepala BPOM
Plt. Kepala BPOM kemudian mengajak mahasiswa yang hadir untuk berdialog bersama para staf BPOM untuk menggali lebih dalam mengenai pengalaman maupun suka duka berkarya di BPOM. Staf BPOM yang mendampingi adalah Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya Dasep Wahidin, serta Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda Shanti Marlina dan Marina Tata Ulina.
“Ini saya mau tanya, kerja di sana [BPOM] enak, enggak?” tanya Plt. Kepala BPOM kepada staf yang mendampingi.
“Pasti ada enak dan tidak enaknya, Bu. Jujur, enaknya pertama kali saya naik pesawat, pertama kali keluar negeri, dan naik haji itu kerjanya di BPOM,” jawab Dasep Wahidin yang sontak mendapat jempol dari Plt. Kepala BPOM dan riuh sorai tepuk tangan dari peserta.
Rizka melanjutkan diskusi seputar fasilitas yang terdapat di kantor BPOM. “Kerja di gedung mana?” Ada apa saja di sana?” tanya Rizka.
“Gedung Merah Putih. Ada gym, employee corner, dan rooftop,” sahut Dasep. “Nah, jadi kalau kalian bosan kerja di meja, kalian bisa kerja di tempat tadi. Sore-sore, kalian bisa nge-gym. Dari pada nge-gym di mal, udah bayar fasilitas gym-nya, bayar transportasi juga, mending nge-gym di kantor saja, ada fitting-nya juga,” tukas Rizka Andalusia lagi.
Lebih lanjut, Plt. Kepala BPOM juga membahas mengenai kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi selama berkarir di BPOM. “Kamu pendidikan terakhirnya apa?” tanya Rizka Andalusia kepada salah satu staf BPOM, Shanti Marlina.
“PhD, di Monash University,” ujar Shanti.
“Mbak Shanti, kuliah S3-nya biayanya dikasih orang tua atau bagaimana?” tanya Rizka lagi.
“Dari BPOM, dong, Bu,” pungkas Shanti sambil tersenyum.
“Saat ini, ada 18 orang pegawai BPOM yang sedang kuliah di luar negeri, yaitu di Amerika, Eropa, Australia, Thailand, Korea, dan sebagainya dan ini semua mendapat rekomendasi dari BPOM,” papar Rizka.
Melalui kegiatan ini, BPOM berharap agar dapat menarik minat dari mahasiswa farmasi UNAIR sebagai bibit talenta unggul yang dapat bergabung dalam fungsi pengawasan di BPOM. Tidak hanya terbatas bagi mahasiswa FF UNAIR, namun juga untuk menggaet minat mahasiswa dari jurusan lainnya untuk turut berkontribusi sebagai abdi negara dan mengoptimalkan proses kinerja di lingkungan BPOM. (HM-Rizky)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
