Kunjungi Ramallah, Badan POM Diterima oleh Menteri Kesehatan dan Menteri Ekonomi Nasional Palestina

08-10-2019 Kerjasama dan Humas Dilihat 2683 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Ramallah - "Kami sangat membutuhkan bantuan Badan POM RI untuk membentuk lembaga pengawas Obat dan Makanan Palestina yang independen. Kami berharap dalam waktu dekat dapat dibahas roadmap dan plan of action untuk pembentukan Lembaga Palestina FDA, yang akan diformalkan terlebih dahulu dengan adanya MoU antara Badan POM dengan pihak otoritas regulator Obat dan Makanan di Palestina.” Demikian disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Palestina, Dr. Mai Kaila saat menerima kunjungan Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito beserta jajaran di Ramallah, Minggu (06/10). Hadir dalam pertemuan ini, Duta Besar RI untuk Yordania merangkap Palestina dan Konsul Kehormatan (Konhor) RI untuk Palestina, Maha Abu Sushe.

 

"Kami menyambut baik dan merasa terhormat atas permintaan tersebut", ungkap Penny K. Lukito. Saat ini belum ada lembaga independen di Palestina yang bertanggung jawab atas keamanan dan mutu Obat dan Makanan. Peran pengawasan tersebut saat ini dilakukan oleh unit kerja kecil di bawah Kementerian Kesehatan Palestina.

 

Selanjutnya Menkes Palestina menggarisbawahi agar lembaga tersebut dapat terbentuk dalam waktu 6 bulan ke depan. Dalam kunjungan ini, Kepala Badan POM juga menyampaikan bahwa saat ini Badan POM tengah memberikan peningkatan kapasitas di bidang pengawasan obat terhadap 14 perwakilan regulator obat Palestina dan dihadiri juga pertama kalinya oleh 3 wakil Jordan FDA di bawah kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) tahap kedua. KSS tahap pertama telah dilakukan pada tahun 2018 yang melibatkan 6 orang peserta dari regulator Palestina.

 

Duta Besar RI untuk Yordania merangkap Palestina, Andi Rachmianto mengapresiasi kerja sama yang semakin kuat antara Badan POM dengan mitranya di Palestina. “Pertemuan Kepala Badan POM dengan Menkes Palestina ini merupakan hal yang sangat tepat dan sangat bersejarah bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

 

Menkes Palestina juga menyatakan bahwa sejumlah negara donor telah menyatakan ketertarikan di bidang Obat dan Makanan kepada Palestina, namun beliau memandang hal ini lebih baik dilakukan dengan Badan POM Indonesia."Kami sangat bergantung kepada Badan POM terkait hal ini. Apalagi Badan POM telah menunjukkan komitmen yang nyata dengan melakukan capacity building secara berturut-turut selama dua tahun terakhir ini.

 

Kunjungan kerja Kepala Badan POM ke Ramallah Palestina difasilitasi Kedutaan Besar RI dan Konsul Kehormatan RI untuk Palestina Maha Abou Susheh. Selain bertemu dengan Menkes Palestina, Kepala Badan POM diterima oleh Menteri Perekonomian Palestina, Khaled al-Osaily bersama dengan sejumlah Pelaku Usaha Palestina dan membahas sejumlah isu perdagangan Obat dan Makanan.

 

Pertemuan bersama kedua Pimpinan Tinggi otoritas Palestina tersebut diselingi jamuan makan siang yang juga dihadiri oleh Dubes RI dan Konsul Kehormatan serta sejumlah pelaku usaha obat dan makanan. Dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa isu terkait pentingnya dukungan dari Badan POM, serta upaya peningkatan nilai perdagangan diantara kedua negara. Ke depan, diharapkan semakin banyak produk Obat dan Makanan Indonesia dapat memasuki pasar Palestina dan demikian juga sebaliknya.

 

"Pertemuan di Ramallah semakin memperkuat komitmen kerja sama diantara regulator kedua negara. Untuk itu Badan POM dan Kementerian Kesehatan Palestina akan membentuk MoU yang salah satunya akan mengatur upaya bersama membantu perkuatan kapasitas regulator Obat dan Makanan Palestina, serta fasilitasi Badan POM untuk terbentuknya Lembaga independen pengawasan Obat dan Makanan, sehingga aspek keamanan dan mutu Obat dan Makanan bagi masyarakat Palestina terjamin. Demikian juga pengawasan dan fasilitasi untuk perdagangan ekspor impor Obat dan Makanan diantara kedua belah pihak." tutup Penny K. Lukito.

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana