Bali — BPOM menghadiri acara peresmian Bali International Hospital (BIH) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali pada Rabu (26/6/2025). Momen peresmian ini dilakukan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Peresmian dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Kepala BPOM Taruna Ikrar. Sebelumnya pada 22 Juni 2025, Kepala BPOM telah melakukan kunjungan ke BIH untuk memberikan dukungan penuh terhadap kesiapan BIH dari sisi keamanan obat dan kefarmasian.
Rumah sakit bertaraf internasional ini berdiri di atas lahan seluas 67.000 m² dengan kapasitas 255 tempat tidur, 8 ruang operasi, 38 ruang intensive care unit (ICU), serta 4 laboratorium. Rumah sakit ini bermitra dengan berbagai institusi internasional seperti Icon Cancer Centre, Hong Kong Asia Medical Group, dan SingHealth. Layanan unggulannya mencakup onkologi, kardiologi, neurologi, ortopedi, dan layanan ibu-anak.
“Kehadiran rumah sakit kelas dunia seperti BIH menjadi bukti bahwa negara hadir untuk menjamin akses layanan kesehatan terbaik bagi seluruh rakyat,” ujar Presiden Prabowo. “Dengan fasilitas kemitraan ini, BIH memiliki misi mengurangi ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap layanan kesehatan luar negeri,” lanjutnya.
BPOM dalam hal ini memegang peran penting memastikan setiap obat dan prosedur di BIH telah memenuhi standar keamanan, efektivitas, dan mutu. Hal ini sejalan dengan mandat BPOM sebagai pengawas utama di sektor kesehatan terutama obat dan makanan.
“BPOM turut mendukung BIH melalui pemberian special access scheme (SAS): Jalur khusus pemasukan obat yang belum memiliki izin edar di Indonesia, sesuai Peraturan BPOM Nomor 12 Tahun 2024,” ujar Taruna Ikrar saat dikonfirmasi tanggapannya terkait peresmian BIH.
Selain itu, pengawasan uji klinik dalam rangka pengembangan obat melalui regulasi Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2024. “Pemasukan obat melalui jalur khusus KEK untuk tujuan pelayanan kesehatan dan penelitian, seperti uji klinik sebagai tahapan penting pengembangan obat sebelum dipasarkan dan digunakan masyarakat,” tambahnya.
Peresmian BIH melalui sinergi regulasi SAS dan uji klinik, pengawasan ketat dari BPOM, serta dukungan pemerintah menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menghadirkan medical tourism yang aman dan tepercaya. BIH diharapkan menjadi model pusat layanan kesehatan global dan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi medis kelas dunia. (HM-Rasyad)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
