Bogor - Rabu (22/11/2023), BPOM mengumumkan pemenang Lomba Kolaborasi Membuat Iklan Memenuhi Ketentuan (KOMIK) yang telah dimulai sejak Juli 2023. Lomba KOMIK ini diikuti oleh sepuluh (10) pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan olahan dan tiga puluh (30) mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jabodetabek, yaitu Universitas Indonesia, IPB University, Universitas Sahid, dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Menurut Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Rita Endang, kegiatan ini diadakan untuk mendorong peningkatan efektivitas pengawasan pangan melalui sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Khususnya yang terkait dengan iklan pangan yang memenuhi ketentuan “Diharapkan persentase iklan tidak memenuhi ketentuan (TMK) di peredaran menurun, pemahaman pelaku usaha dan masyarakat terhadap iklan memenuhi ketentuan meningkat, serta dapat membangun perekonomian nasional melalui peningkatan daya saing produk UMKM,” lanjutnya.
Tahapan Lomba KOMIK dimulai dengan kegiatan Bimbingan Teknis Pengamatan Iklan Pangan dan Pelatihan Pembuatan Konten. Peserta dibekali dengan materi peraturan iklan pangan olahan, komunikasi dalam iklan, kreativitas dalam pembuatan konten iklan, dan cara pembuatan iklan. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diminta menyusun karya iklan pangan olahan berupa poster dan video melalui kolaborasi dengan UMKM.
“Indikator peningkatan pemahaman terkait iklan pangan olahan dapat dilihat dari karya-karya iklan yang dihasilkan oleh para peserta, yakni iklan yang menarik, kreatif, namun juga sesuai dengan ketentuan perundang-undangan atau iklan memenuhi ketentuan (MK),” jelas Rita.
Juara 1 lomba KOMIK dimenangkan oleh Tim Nutrinoms dari Universitas Indonesia, juara 2 dimenangkan oleh Tim ADE dari IPB University, dan juara 3 dimenangkan oleh Tim Sehati Pangan dari IPB University. Sementara juara favorit dimenangkan oleh Content Craft dari Universitas Sahid.
Salah satu pelaku UMKM, Sri Yulianti, mengapresiasi kegiatan lomba KOMIK karena mempertemukan pelaku usaha dengan mahasiswa. “Pelaku UMKM biasanya lebih berfokus dengan produksi. Dengan adanya lomba ini, mahasiswa bisa langsung menerapkan materi yang diajarkan. Saya sudah dibantu dibuatkan video profile oleh tim dari IPB,” ujarnya.
Selain pengumuman pemenang, pada kegiatan ini dilaksanakan pemaparan oleh Plt. Direktur Pengawasan Peredaran Pangan Olahan, Didik Joko Pursito, dan pemberian “Motivasi Bakti untuk Negeri” oleh Davied Vierronieca. Dalam paparannya, Didik menyebut bahwa kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dan pelaku UMKM yang saling melengkapi, namun memiliki keterbatasan.
“Mahasiswa membutuhkan pengalaman dan wadah untuk dapat menyalurkan bakat, sedangkan pelaku UMKM membutuhkan sumber daya (resource) promosi dan pemasaran produk,” jelas Didik.
Sementara pada sesi motivasi, Davied berpesan bagi mahasiswa dan pelaku usaha untuk terus berinovasi, terutama dalam menguasai digital. Dengan menguasai digital, maka akan memudahkan pemilik usaha maupun mahasiswa dalam membuat konten yang disukai masyarakat ataupun konsumen. (HM-Maulvi)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
