"Masyarakat merupakan bagian penting dalam pengawasan Pangan"
Hal tersebut disampaikan oleh DR. Roy Sparringa, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya dalam materi Sehat Jajanan Sekolah Anakku pada acara perdana talkshow “Badan POM Sahabat Ibu”, 16 April 2012.
Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan bahwa berdasarkan Hasil Monitoring dan Verifikasi Profil PJAS Nasional (2008) menunjukkan bahwa f rekuensi jajan: 48% responden siswa Sekolah Dasar/Madrasah I btidaiyah sering/selalu (≥ 4 kali/ minggu), 51% kadang-kadang, dan hanya 1% responden mengaku tidak pernah jajan , sehingga Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) memiliki peranan strategis dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan pemeliharaan ketahanan belajar anak sekolah .
Pangan yang aman adalah pangan (makanan dan/atau minuman) yang bebas dari bahaya biologis, bahaya kimia dan bahaya fisik. Efek yang ditimbulkan dapat berakibat jangka pendek dan jangka panjang (terakumulasi dalam tubuh hingga waktu tertentu). Kurangnya pengetahuan dan kepedulian dari konsumen, produsen dan penjaja makanan merupakan hal penentu hingga saat ini pangan yang tidak aman, bermutu dan bergizi masih banyak dijumpai di masyarakat.
Kompleknya geografis indonesia, berjajarnya 18.000 pulau dari sabang hingga merauke menyebabkan banyaknya titik pelabuhan tikus sehingga pangan ilegal dapat mudah masuk ke Indonesia. Oleh karena itu Badan POM selalu mengawasi, membina dan mengawal peredaran produk obat dan makanan yang beredar di Indonesia bekerja sama secara sinergis dengan kementerian pusat dan lembaga daerah terkait.
Dari 180 ribu Sekolah Dasar, survei menunjukkan 40-44% PJAS yang aman. Masih rendahnya tingkat PJAS yang aman tersebut mendorong Badan POM untuk melakukan terobosan melalui Aksi keamanan pangan nasional, aksi tersebut diusung sebagai strategi dalam memberdayakan komunitas sekolah yakni orang tua, murid, guru, pengelola kantin dan penjaja sekolah untuk dapat secara mandiri mengawasi pangan jajanan yang ada di lingkungan sekolah.
Acara pada 16 April 2012 di Aula Gedung C Badan POM yang dikemas dengan program Talkshow tersebut juga diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Kartini. Penyebaran informasi obat dan makanan tersebut diberikan pada 70 orang ibu yang hadir sebagai peserta, hal ini dikuatkan dengan banyaknya penelitian mengungkapkan bahwa ibu sebagai bagian dari masyarakat memegang peranan sangat penting dalam membuat keputusan terhadap pemilihan produk yang berhubungan dengan kesehatan keluarga.
Bertindak selaku ketua penyelenggara, Hendri Siswadi, SH mengungkapkan, kegiatan Badan POM Sahabat Ibu ini merupakan hasil kerjasama pemanfaatan CSR dengan The Body Shop Indonesia dan akan diselenggarakan secara berkesinambungan dengan topik yang berbeda, diharapkan menjadi cikal bakal gerakan masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas sehingga mampu melindungi diri dari obat dan makanan yang berisiko terhadap kesehatan.
Fakta tentang keamanan pangan (WHO, 2009)*
- Lebih dari 200 penyakit diakibatkan oleh pangan yang tidak aman
- Keamanan pangan menjadi perhatian global
- Setiap orang memiliki peranan dalam keamanan pangan
- Sekolah (dasar) adalah tempat anak belajar tentang keamanan pangan
* 10 facts on food safety
Biro Hukmas
