Mulai tanggal 28 Mei hingga 30 Mei 2014, Indonesia, dalam hal ini Badan POM menjadi tuan rumah kegiatan “WHO Workshop on Laboratory Testing of Diphtheria, Tetanus, and Pertusis (DTP) Combined Vaccines”. Workshop tersebut bertujuan untuk mengakomodasi dan memfasilitasi kebutuhan dalam rangka peningkatan kualitas pengujian Laboratorium. Kegiatan yang dilaksanakan di Jakarta tersebut dibuka langsung oleh Kepala Badan POM, Roy A. Sparringa, dan dihadiri oleh fasilitator dari Jepang, Thailand, dan Inggris, serta 12 negara partisipan yang tergabung dalam National Control Laboratory (NCL), yaitu Indonesia, Korea, Thailand, Pakistan, Iran, Filipina, Bangladesh, China, India, Vietnam, Sri Lanka, dan Malaysia.
Pengujian Laboratorium adalah salah satu indikator penting yang harus dipenuhi dalam National Regulatory Authority (NRA) pada produksi vaksin. Badan POM adalah institusi yang memiliki kewenangan dalam penjaminan kualitas, keamanan, dan khasiat vaksin. Laboratorium Badan POM dalam hal ini Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN) melakukan pengujian dengan mengacu pada pedoman/ guideline Expert Committee on Biological Standardization (ECBS). Selain itu PPOMN juga sudah termasuk dalam jaringan laboratorium WHO sehingga hasil ujinya diakui secara internasional.
Dalam sambutannya pada pembukaan workshop, Kepala Badan POM menegaskan bahwa forum ini akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang prinsip dasar dan metode pengujian vaksin kombinasi yang direkomendasikan WHO, membahas permasalahan terkait pengujian vaksin, dan mengidentifikasi gap terkini pada masing-masing laboratorium pengujian, serta berbagi pengalaman sehingga lebih meningkatkan kapasitas dalam kinerja pengujian vaksin. HM-03
Biro Hukum dan Humas
