Jakarta – Tepat 20 Mei 1908, bangsa Indonesia menyuarakan kebangkitan nasional yang ditandai dengan berdirinya Budi Utomo. Peristiwa bersejarah ini setiap tahunnya diperingati dengan Upacara Hari Kebangkitan Nasional di berbagai penjuru negeri. Di BPOM, sejak pagi hari seluruh pimpinan dan pegawai bergegas berbaris rapi di lapangan upacara, Senin (21/05). Bertindak sebagai Inspektur Upacara Kepala BPOM Penny K Lukito dan Komandan Upacara Inspektur II BPOM RI Mustofa.
Dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI yang dibacakan Kepala BPOM RI, dikatakan bahwa sejarah kebangkitan nasional dibuktikan dengan semangat dan komitmen persatuan dalam cita-cita yang sama untuk meraih kemerdekaan. “Bersatu adalah kunci menggapai cita-cita yang sangat mulia di tengah tantangan yang mahakuat. Budi Utomo menjadi salah satu penanda utama persatuan tanpa melihat asal muasal primordial yang bisa mendorong tumbuhnya nasionalisme sebagai bahan bakar utama kemerdekaan,” tegasnya.
Presiden Soekarno, pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional 1952 menyuarakan bahwa pada hari itu kita mulai memasuki cara baru untuk melaksanakan satu ide, satu naluri pokok bangsa Indonesia yang ingin merdeka dan hidup berharkat sebagai manusia dan sebagai bangsa. Cara baru itu ialah cara mengejar sesuatu melalui organisasi politik, cara berjuang dengan perserikatan dan perhimpunan politik, serta tenaga persatuan.
Seratus sepuluh tahun kemudian bangsa ini telah tumbuh menjadi bangsa yang besar dan maju, sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Perjuangan merawat Indonesia harus terus berlanjut dengan dinamika tantangan yang berbeda. Jika lebih dari seabad lalu bangsa Indonesia bangkit berjuang merebut kemerdekaan, maka di abad 21 ini kebangkitan nasional dimaknai dengan berkompetisi memenangkan globalisasi.
Perkembangan teknologi dan digitalisasi di berbagai bidang membuka peluang jika dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sekaligus ancaman jika hanya pasif menjadi penonton. Untuk itu generasi muda harus tampil menjadi energi pembangunan bangsa. Terlebih menurut perhitungan ahli, sekitar dua tahun lagi Indonesia akan memasuki sebuah era keemasan dengan adanya bonus demografis, di mana usia produktif jauh lebih tinggi. Badan Pusat Statistik memprediksi rentang puncak masa ini dari 2028-2031.
Untuk itu tema “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia Dalam Era Digital’’ dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2018 dinilai sangat relevan dalam upaya pengembangan diri baik oleh pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Menyikapi tantangan ini, Kepala BPOM, Penny K Lukito menyampaikan bahwa sumber daya manusia (SDM) BPOM harus berada di depan karena kita memfasilitasi pelaku usaha dan masyarakat.
Menurutnya penggunaan e-commerce merupakan tantangan pengawasan Obat dan Makanan ke depan. Untuk itu pengembangan kapasitas SDM dan pemanfaatan teknologi akan meningkatkan efektivitas pengawasan Obat dan Makanan. “BPOM selalu melangkah di depan dalam turut membawa kebangkitan nasional dengan melayani dan melindungi masyarakat bersama membangun bangsa, tidak hanya di kancah nasional, juga internasional” tutupnya. HM-Fathan
Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan
