Menanam Juang masyarakat cerdas melalui Badan POM Goes to School / Campus

02-03-2021 Kerjasama dan Humas Dilihat 1629 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta – Badan POM senantiasa membangun kemitraan strategis dengan lintas sektor untuk meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan. Bentuk sinergisme yang dibangung termasuk dalam sektor Pendidikan, baik sekolah maupun perguruan tinggi, serta Gerakan Pramuka. Hal ini dilakukan menyadari bahwa edukasi, terutama untuk generasi milenial, sangat penting untuk membangun awareness masyarakat agar menjadi konsumen cerdas yang mandiri melindungi diri dari produk yang berisiko bagi Kesehatan.

 

Untuk itu, hari Selasa (02/03), Badan POM menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka peluncuran program Badan POM Goes to School/Campus bersama lintas sektor. Pada acara ini, hadir secara daring Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito; Sekretaris Utama Badan POM RI, Elin Herlina; Inspektur Utama Badan POM RI, Mayagustina Andarini; dan Plt. Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Zat adiktif, Togi Junice Hutadjulu. Diikuti pula secara luring oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Reri Indriani; serta perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud), Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Yayasan Putri Indonesia, Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Provinsi Bengkulu dan Sumatera Barat, Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu dan Sumatera Barat, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu dan Sumatera Barat, dan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu, Sumatera Barat, dan Jawa Barat.

 

Program Badan POM Goes to School/Campus merupakan upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Badan POM bagi generasi milenial di bidang obat tradisional, suplemen Kesehatan, dan kosmetika. Tingginya kebutuhan vitamin dan suplemen Kesehatan di masa pandemi menjadi alasan yang mendasari terselenggaranya program tersebut. Peningkatan demand ini, terlebih dengan semakin majunya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang memudahkan penjualan produk secara online, mengakibatkan banyaknya produk yang tidak sesuai standard, seperti jamu mengandung Bahan Kimia Obat (BKO), beredar di tengah masyarakat.

 

Hasil pengawasan Badan POM selama tahun 2020 menunjukkan temuan iklan Obat Tradisional yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK) sebesar 41,08% dari 8.297 iklan yang diawasi dan 76,76% dari iklan TMK merupakan iklan di media online. Sementara, temuan iklan kosmetika TMK adalah sebesar 19,89% dari 22.334 iklan yang diawasi. Dari total iklan kosmetik TMK tersebut, didominasi oleh iklan di media online yaitu sebesar 70,4%.

 

Berdasarkan hasil tersebut, Badan POM merasa perlu terus mengedukasi masyarakat untuk membangun kesadaran mereka dalam melindungi diri sendiri dari informasi yang tidak tepat (hoaks) terkait produk yang berisiko bagi kesehatan. Melalui program Badan POM Goes to School/Campus ini, Badan POM berharap agar program ini dapat menjadi salah satu bentuk ekstrakurikuler sebagai bentuk pemberdayaan pelajar dan mahasiswa dalam memilih obat tradisional dan kosmetika yang aman.

 

“Saya mengapresiasi peran penting Kemendikbud dalam mendorong tiap satuan Pendidikan untuk memfasilitasi program ini, seperti melalui Surat Edaran. Harapannya nanti dapat terpilih Duta Kosmetik Aman dan Duta Jamu Aman, yang akan menjadi influencer bagi komunitasnya dalam memilih obat tradisional dan kosmetika aman”, jelas Kepala Badan POM dalam sambutannya.

 

“Kami juga mendukung hilirisasi penelitian dan inovasi di bidang obat tradisional dari Perguruan Tinggi dan Mahasiswa untuk dikembangkan menjadi produk komersial yang berdaya saing. Termasuk mendorong Kwartir Nasional Gerakan Pramuka untuk berperan aktif mengikutsertakan anggotanya dalam Bimbingan Teknis tentang Obat Tradisional dan Kosmetik aman, sekaligus mewujudkan Duta Kosmetik dan Jamu Aman di setiap kwartir”, tambah Kepala Badan POM.

 

Lebih lanjut, Kepala Badan POM menyebut bahwa semangat dan peran aktif generasi muda Indonesia sangat dibutuhkan. Utamanya dalam penyebaran pesan-pesan yang benar mengenai keamanan, mutu, serta khasiat/manfaat obat tradisional dan kosmetika guna mewujudkan konsumen cerdas di tengah masyarakat dan komunitas. Kegiatan hari ini diharapkan dapat menjadi forum diskusi yang produktif dalam merumuskan langkah-langkah strategis dan efektif untuk mengimplementasikan Badan POM Goes to School/Campus.

 

Kepala Badan POM menutup sambutannya dengan membuka acara FGD Badan POM Goes to School/Campus. Tak lupa, kepada semua pihak juga kembali diimbau tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memperhatikan 5 M untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi COVID-19 di dalam negri, yaitu dengan Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi mobilitas. (HM-Faisal)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana