Jakarta - BPOM mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Leadership Batch 2 di Mandiri University Wijaya Kusuma pada Selasa–Rabu (6–7 Agustus 2024). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pimpinan unit teknis tingkat Eselon I dan II di BPOM serta dihadiri oleh jajaran petinggi Bank Mandiri, antara lain Senior Vice President Titiek Mustika Sari, Senior Vice President Human Capital Performance Votivia Mardinna, Vice President Business Development Aditia Suhanda, dan Branch Manager Mulyatisari.
Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPOM RI L Rizka Andalusia menekankan pentingnya perubahan peran aparatur sipil negara (ASN) seiring dengan perkembangan zaman. “Seiring perkembangan zaman, tuntutan terhadap ASN berubah. ASN yang awalnya dilahirkan sebagai birokrat, saat ini harus dapat menjadi pelayan publik, meningkatkan investasi, dan kemudahan perizinan berusaha,” ujar Rizka Andalusia.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan kepemimpinan dalam menyusun dan memahami program secara detail. “Pimpinan harus mampu menyusun program yang dideskripsikan dan dirincikan secara detail. Pimpinan juga harus paham dengan program yang dibuat anggotanya secara detail,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rizka Andalusia menjelaskan bahwa BPOM sebagai regulator harus berinovasi untuk mendorong pelaku usaha agar patuh terhadap peraturan, selain juga meningkatkan kemudahan berusaha. “BPOM membutuhkan leadership agar keputusan yang diambil strategis, program tersampaikan dengan baik, serta hasilnya berdampak kepada masyarakat,” katanya lagi.
Bimbingan teknis ini bertujuan meningkatkan kemampuan para pemimpin unit kerja di lingkungan BPOM dalam memimpin dan mengambil keputusan. Materi yang diberikan mencakup effective leadership untuk meningkatkan kemampuan memimpin dan mengambil keputusan, serta effective implementation untuk meningkatkan kemampuan merancang, mengelola, dan melaksanakan proyek. Selain itu, para pimpinan juga diberikan pelatihan communication skills untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja serta wawasan untuk menghadapi tantangan saat ini.
Para peserta juga berdiskusi tentang economic challenge, yang membahas tantangan industri obat dan makanan dalam menghadapi persaingan di pasar global. Semua materi ini dipaparkan oleh para ahli yang difasilitasi oleh Mandiri University Wijaya Kusuma.
Di akhir acara, Rizka Andalusia menegaskan pentingnya koordinasi yang berkelanjutan dengan pihak Mandiri University Wijaya Kusuma. “PPSDM agar dapat mengkoordinasikan dengan pihak Mandiri [Mandiri University Wijaya Kusuma] agar pelatihan tidak berhenti di sini saja, namun bisa dilanjutkan dengan pemberian proyek yang kemudian di-monev dan didiskusikan hasilnya, sehingga ada hasil secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para pimpinan unit kerja BPOM dapat mengembangkan kemampuan kepemimpinan mereka. Dengan begitu, kepemimpinan tersebut juga dapat membawa BPOM ke arah yang lebih baik dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai regulator yang inovatif dan responsif terhadap perubahan zaman. (HM-Benny)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
