Mengenal Indonesia Lebih Dekat, Delegasi OKI diajak Site Visit dan Cultural Visit

24-11-2018 Kerjasama dan Humas Dilihat 2226 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Setelah dua hari berdiskusi dan membahas banyak hal tentang obat dan vaksin, para delegasi The First Meeting of the Heads of National Medicine Regulatory Authorities (NMRAs) from Organization Islamic Cooperation (OIC) Member States diajak untuk berkunjung ke sarana produksi obat dan vaksin, kosmetik, serta tempat wisata pada Jumat (23/11). PT. Bio Farma, PT. Kimia Farma, PT. Paragon, dan Taman Mini Indonesia Indah merupakan tempat yang dipilih untuk kunjungan para delegasi tersebut.

Kunjungan ke PT. Kimia Farma dihadiri oleh perwakilan Palestina, Uganda, Iran, Nigeria dan Malaysia. Disana mereka diajak berkeliling meninjau Anti Retroviral plant. Beberapa staf PT. Kimia Farma bergantian menjelaskan mulai dari proses produksi obat  sampai proses pengemasannya. Terlihat antusiasme para delegasi yang mengajukan banyak pertanyaan selama kunjungan tersebut. Dijelaskan pula bahwa dalam proses produksinya, PT. Kimia Farma telah menerapkan 2D Barcode yang merupakan program BPOM yang berfungsi untuk track and trace produk obat.

Donna Assiimwee Kusemererwe selaku Head of National Drug Authority Uganda mewakili delegasi negara anggota OKI, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap sambutan pihak PT. Kimia Farma dan antusiasme dalam site visit tersebut.

Sementara itu, dua delegasi dari Gambia dan Mali berkesempatan berkunjung ke PT. Paragon. PT. Paragon Technology and Innovation merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik manufaktur dan merupakan salah satu perusahaan yang telah bersertifikat GMP (Good Manufacturing Practice) yang berlokasi di Tangerang.

Dalam kunjungan ini para delegasi diajak untuk menilik inovasi dan proses produksi kosmetik. “We feel that companies in Indonesia have been good enough in implementing GMP, in this OIC activity we are very satisfied because there are many points agreed upon,” ungkap Markieu Janneh Kaira selaku Delegasi dari Gambia.

Antusiasme dari para delegasi untuk mengikuti kunjungan ini sangat tinggi. Diungkapkan Janneh “We also invite entrepreneurs, especially from Indonesia, to invest in Africa, because interest and sales in Africa are quite large”.

Berangkat ke Bandung, sejumlah delegasi negara anggota OKI yang datang mengunjungi fasilitas produksi PT. Bio Farma diterima langsung oleh Direktur Utama, Rahman Roestan. Perwakilan Sekretariat OKI, Abdunur Sekindi yang ikut dalam rombongon tersebut menyampaikan bahwa PT. Bio Farma Indonesia merupakan industri yang paling diandalkan oleh kelompok yang dibentuk OKI yaitu Vaccine Manufacturing Group (VMG).

Indonesia melalui PT. Bio Farma juga sudah membantu perusahaan Arabio, perusahaan vaksin yang berkantor pusat di Saudi Arabia dan beberapa perusahaan seperti Maroko, Tunisia, dengan berbagi pengalaman dan pengetahuan. “Khususnya dengan Arabio Saudi Arabia dan beberapa negara seperti Tunisia, Bangladesh, Mesir, Maroko, Turki. Ini ada tujuan utama untuk saling membantu, saling menguatkan sehingga bisa tercapai kemandirian vaksin di negara anggota OKI." ujarnya.

Sementara menurut Rahman, kunjungan ini sangat strategis karena bisa memberikan informasi yang lengkap kepada negara anggota OKI terutama terkait produk vaksin yang diproduksi PT. Bio Farma. Para delegasi ini datang dari perwakilan otoritas regulatori dan industri nasional di negaranya. "Sehingga ini sangat penting untuk bisa menjamin vaksin dan obat yang beredar di negara masing-masing itu sudah sesuai kualitas.” tukas Rahman.

Selain ke sarana produksi, sejumlah delegasi negara anggota OKI berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Di TMII, para delegasi diajak berkeliling menikmati ragam budaya nusantara. Didampingi pemandu wisata yang berpengalaman, mereka menjelajahi rumah adat dari beberapa provinsi yaitu Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Bali, dan Jawa Tengah. Selain itu, mereka juga mengunjungi Museum Indonesia melihat jejak sejarah dan budaya nusantara mulai dari pakaian adat, senjata, alat musik, dan manuskrip kuno. Mereka juga membeli cendera mata khas Indonesia seperti kerajinan dompet batik, ikon monas, dan baju batik.

Pertemuan dan segala kegiatan di dalamnya meninggalkan kesan mendalam bagi masing-masing delegasi yang hadir. Sebagian besar dari mereka menyampaikan terima kasih dan apresiasinya terhadap BPOM dan Indonesia. Mereka berharap dapat segera bertemu kembali pada pertemuan berikutnya.

“Saya senang sekali berpartisipasi dalam meeting ini. Saya berterima kasih kepada komite karena sudah mengundang Togo dan menyambut ketika kami sampai. Terima kasih kepada panitia yang sudah memfasilitasi banyak hal. Terima kasih untuk semuanya. Saya juga sangat senang sudah pergi ke Bandung dan mengunjungi PT. Bio Farma dan tempat historik (Museum Asia Afrika)”. - dr. Sema (delegasi Togo)

“Terima kasih untuk panitia, atas penyambutan, pelaksanaan dan pelayanannya.” – Dr. Amina (delegasi Somalia)

Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana