Mengunjungi Pelaku Usaha, Menjemput Harapan Palestina

19-10-2018 Kerjasama dan Humas Dilihat 3079 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta - Sebagai rangkaian terakhir dari pelatihan penguatan kapasitas pengawasan obat, Kamis (18/10) peserta dari The National Medicine Regulatory Authority (NMRA) Palestina mengunjungi Kimia Farma, Kalbe Farma dan Apotek Kimia Farma. Dalam sambutannya, panitia BPOM menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari dua komitmen BPOM untuk berbagi pengalaman dalam pengawasan obat dan makanan di kancah dunia. "Kegiatan ini merupakan bagian dari Kerja sama Selatan-Selatan. Palestina menjadi negara pertama yang bekerja sama untuk pelatihan ini. Hal ini juga bagian dari komitmen BPOM untuk terus bekerja sama dengan negara-negara OKI," ujarnya.

Komitmen ini tentunya juga berkat dukungan dan kerja sama dengan industri farmasi. "Kami berharap pelaku usaha dapat menggambarkan komitmen dan kerja keras demi menyediakan obat yang berkualitas dan dapat membuka peluang kerjasama dengan Palestina." lanjutnya.

Perwakilan Kimia Farma, Kalbe Farma, dan Apotek Kimia Farma juga menyampaikan harapannya untuk kontribusi mereka pada Palestina. "Kami berharap dapat bekerja sama di bidang ekspor produk kimia farma," ungkap perwakilan Kimia Farma. "Kami akan terus berkomunikasi dengan anda semua khususnya di bidang registrasi untuk memastikan bahwa kami dapat mendukung pasokan obat dan alat medis untuk Palestina" ungkap perwakilan Kalbe Farma.

Perwakilan peserta mengaku sangat takjub atas kerja keras BPOM dan industri farmasi di Indonesia. "Kami sangat takjub profesionalnya pembuat regulasi di Indonesia dan pelaku usaha obat di Indonesia. Ini akan menjadi contoh yang sangat baik yang bisa kami tiru," dalam sambutannya di Kimia Farma. "Kami telah merasakan, mencium, kemajuan di Indonesia. Kami pulang membawa rekomendasi yang kuat untuk pengambil kebijakan. Impor obat dari Indonesia memiliki kekuatan dari BPOM dan kualitas pengawasan yang baik dari industri," demikian disampaikan dalam sambutannya di Kalbe Farma.

Selama kunjungan, para peserta sangat aktif mengajukan pertanyaan dan sangat antusias untuk melihat secara langsung, mulai dari dokumen hingga proses produksi produk. "Mohon jelaskan pada kami mengenai perbedaan antara quality system dan quality control di perusahaan anda?" "Berapa lama standar untuk quality system dan quality control anda berlaku?" dua pertanyaan yang berulang disampaikan pada Kimia Farma dan Kalbe Farma.

Selain fokus pada pertanyaan tersebut, peserta begitu tertarik melihat proses pencatatan administrasi produk. "Barcode dan batch adalah salah satu yang menjadi keprihatinan kami di Palestina dan anda telah mencatat ini dengan sangat detail sekali" ujar salah satu peserta di Kalbe Farma. 

Di akhir kunjungan, perwakilan peserta menyampaikan harapannya mengenai pengawasan obat di Palestina. "Kami berharap para pelaku usaha obat di Palestina juga mendapatkan kesempatan berharga seperti Indonesia, dengan kualitas regulasi didukung oleh staf dan pegawai yang sangat kompeten dan professional." tutupnya. (HM-Khairul)

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana