Menyambut Era “New Normal” di Balai Besar POM Bandung

19-06-2020 Kerjasama dan Humas Dilihat 3142 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Bandung – Hari ini, Jumat (19/06) Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito memberikan arahan kepada seluruh jajaran Balai Besar POM (BBPOM) di Bandung. Selain pertemuan langsung di kantor BBPOM di Bandung, pertemuan juga dilakukan secara daring terutama untuk pegawai yang sedang bekerja dari rumah/Work From Home (WFH).

 

Kepala Badan POM menyampaikan apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada seluruh jajaran BBPOM di Bandung atas komitmen dan dedikasi untuk terus bekerja dalam peningkatan pelayanan publik, pengawasan, maupun Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat selama masa pandemi COVID-19. Hal ini tidak lain guna mengawal keamanan obat dan makanan khususnya di wilayah Jawa Barat. Kepala Badan POM mengarahkan dan meminta jajaran pimpinan bergerak terus berkontribusi serta mengefektifkan kinerja selama pandemi COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

 

“Kita harus tetap bersemangat memberikan kinerja pelayanan terbaik kepada masyarakat. Badan POM mendapat banyak apresiasi selama WFH. Salah satunya adalah kinerja Badan POM di bidang percepatan perizinan,” jelas Kepala Badan POM. “Badan POM harus selalu proaktif mendukung dan turut mengembangkan inovasi dalam pelayanan publik. Pandemi COVID-19 ini telah memberi kesempatan bagi kita untuk mengeksplorasi terobosan, inovasi, dan cara-cara baru dalam menjalankan tugas dan fungsi Badan POM,” lanjutnya.

 

Sesuai dengan arahan Presiden RI, agar tatanan kehidupan baru (New Normal) mendukung produktivitas kerja dengan tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan masyarakat, Kepala Badan POM mengajak seluruh pegawai untuk disiplin menjaga kesehatan serta menerapkan protokol kesehatan saat melaksanakan tugas. Keputusan Kepala Badan POM tentang Penerapan Sistem Kerja dalam Tatanan Normal Baru telah disahkan. Sistem kerja tersebut meliputi penyesuaian mekanisme kerja, manajemen SDM aparatur, dukungan sarana dan prasarana, dan dukungan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi.

 

Pandemi COVID-19 belum dapat dipastikan kapan akan berakhir. Obat dan vaksin COVID-19 masih dikembangkan dimana Badan POM turut mengawal bersama Konsorsium Riset COVID-19 di bawah koordinasi Kementerian Riset dan Teknologi /Badan Riset dan Inovasi Nasional. Riset ini juga melibatkan PT Biofarma yang berlokasi di Bandung. Badan POM berkomitmen mendorong setiap penelitian yang dilakukan berbagai instansi termasuk penelitian Obat Modern Asli Indonesia (OMAI). Khususnya penelitian dalam pengembangan Jamu menjadi Fitofarmaka untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita dalam menangkal COVID-19.

 

Selain itu, Balai Besar/Balai POM juga harus selalu siap dalam mendukung Pemerintah untuk percepatan penanganan COVID-19. Secara nyata, Badan POM aktif mendukung pengujian menggunakan Realtime Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) untuk menguji spesimen COVID-19. Pengujian spesimen secara masif dan cepat sangat diperlukan untuk menelusuri dan memutus rantai penyebaran COVID-19. Hingga saat ini, 7 laboratorium Badan POM turut melakukan pengujian sampel COVID-19 secara mandiri yaitu PPPOMN dan laboratorium 5 Balai Besar/Balai POM di Gorontalo, Makassar, Ambon, Jayapura, Manado, dan Mamuju. Selain itu, 12 Balai Besar/Balai POM juga meminjamkan RT-PCR dan pendukungnya kepada laboratorium pengujian spesimen COVID-19 di daerah.

 

Kepala Badan POM mengajak para pegawai untuk terus memberikan karya terbaiknya. “Badan POM harus menunjukkan kinerja yang semakin meningkat pada Tatanan Normal Baru dan memberikan pelayanan publik lebih optimal serta tetap mendukung percepatan penanganan COVID-19 di Indonesia”. tutupnya (HM-Riska)

 

Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana