TANGERANG – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menjalin kerja sama pengawasan dan penyediaan mini laboratorium dengan pengelola pasar modern BSD City, Sinar Mas Land, Minggu, 10 April 2016. Kepala Badan POM, Roy Sparringa berharap kerja sama ini merupakan awal yang baik dalam upaya mencegah dan mengatasi beredarnya bahan-bahan berbahaya di pasar. “Ini merupakan pertama kalinya BPOM menggandeng pasar dengan pengelola swasta, setelah sebelumnya kami sudah mengembangkan kerja sama pengawasan dan penyediaan sarana mini laboratorium dengan 108 pasar tradisional,” ujar Roy.
Roy mengungkapkan pemerintah daerah bisa mereplikasi kerja sama BPOM dengan pasar tradisional dan modern agar upaya pencegahan dan penindakan terhadap bahan-bahan berbahaya yang beredar di pasar bisa segera diatasi. “Sudah banyak Pemda yang bekerja sama dengan kami, sehingga rekomendasi BPOM terkait komponen-komponen kimia yang berbahaya bisa segera ditindaklanjuti, misalnya Jakarta, Depok, dan Surabaya,” tuturnya.
Di lain pihak, Kepala Balai POM di Serang, Mohamad Kashuri mengungkapkan kerja sama tersebut merupakan upaya untuk membina pedagang hingga pengelola pasar agar mampu mandiri dalam hal pengawasan bahan pangan yang dijualnya. “Kemampuan kami sangat terbatas, apalagi mini laboratorium yang berupa mobil saat ini terus bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya, mulai dari sekolah sampai ke pasar-pasar,” jelasnya.
Dhony Rahajoe selaku Managing Director President Office Sinar Mas Land berharap melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan BPOM ini, pihaknya dapat bekerja sama maksimal membangun mini laboratorium pengujian bahan makanan sehingga mengurangi penggunaan bahan berbahaya pada makanan yang tersaji di Pasar Modern BSD City. ”Mini Lab yang akan dibangun nantinya akan dioperasikan oleh BSD City, namun tetap dalam pengawasan BPOM,” ujarnya. HM-Kendra
Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
